banner 468x60

Industri Kecil Didorong untuk ‘Goes Digital’

  • Bagikan

PADANG, insidepontianak.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan pemberdayaan industri kecil menengah (IKM). Salah satunya dengan mendorong para pelaku IKM bertransformasi ‘Goes Digital’.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, hal itu sejalan dengan 10 program prioritas nasional yang terdapat dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Lembaga riset dari Inggris mencatat, pertumbuhan e-commerce Indonesia pada tahun 2018 mencapai 78 persen sehingga sangat tepat bagi IKM di Tanah Air untuk menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk menjual sekaligus mempromosikan produknya,” kata Gati Wibawaningsih saat Workshop Pendalaman Industri di Padang, Sumatera Barat.

Kemenperin memberikan workshop e-smart IKM untuk mendorong pelaku usaha kecil bertransformasi di era Industri 4.0. Sekaligus menjadi upaya pemerintah membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace. Total peserta workshop e-smart IKM sejak tahun 2017 hingga 2019 sudah mencapai 10.038 peserta.

“Kami melihat nilai penjualan dari program e-smart IKM, paling banyak dari industri logam sebesar 39,95 persen, disusul sektor makanan dan minuman sebesar 36,14 persen. Memang dua sektor industri ini lebih besar dibanding industri-industri lainnya.”

Melalui e-smart IKM, Kemenperin melakukan cara pendekatan yang berbeda dalam upaya pengembangan IKM nasional. Sejak dicanangkannya program tersebut tahun 2017, pemerintah melakukan pembinaan IKM yang dimulai dari pasar. Tujuannya agar IKM mengetahui barang yang sedang laris atau diminati di pasaran.

“Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan IKM mampu terus berkembang karena membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Gati.

Gati menambahkan, untuk mendorong IKM Goes Digital, Kemenperin turut membangun penguatan ekositem digital IKM melalui konektivitas dan ketersediaan informasi melalui platform SIIKMA.

Melalui platform tersebut, informasi mengenai IKM dapat diunggah langsung ke SIIKMA, sekaligus sebagai wadah diskusi sesama plaku IKM.  Forum tersebut diproyeksikan juga dapat menjadi wadah sosialisasi bagi 1.221 IKM, yang 168 di antaranya sudah mendaftar dan sudah melengkapi informasi perusahaan.

“Pada intinya, platform ini untuk memperoleh data dari IKM dan dapat diintegrasikan dengan SIINAS dan Online Single Submition (OSS),” tandasnya. (ril/03)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: