PLN Ketapang Ajak Wartawan Majukan Bisnis Kelistrikan

Acara ngopi bareng PLN Ketapang dan wartawan.

KETAPANG, insidepontianak.com – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang menggelar acara bincang santai bersama wartawan di Pavilion Café, Kamis (10/10/2019).

Acara yang dihadiri jajaran manajemen PLN UP3 Ketapang dan wartawan dari berbagai media, diselenggarakan dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahim dan sinergisitas PLN dan media.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan seperti ini akan rutin kami laksanakan minimal 1 bulan sekali untuk mempererat silahturahim. Bentuk kegiatannya kami upayakan berubah-ubah. Selain ngopi bareng, sesekali main futsal bersama,” kata Wilfrid Siregar, Manager PLN UP3 Ketapang.

Pertemuan dengan rekan-rekan media dalam rangka berbagi informasi terkait bisnis kelistrikan yang dijalankan oleh PLN. Menurut Wilfrid, PLN dan media memiliki kesamaan peran dalam melayani masyarakat.

“PLN melayani kebutuhan listrik masyarakat, sementara media melayani kebutuhan masyarakat akan berita dan informasi. Tentunya informasi yang baik, benar, dan mencerdaskan masyarakat,” ujar Wilfrid.

Menurut salah seorang warawan, Abdul Salim, antara PLN dan media harus terbangun komunikasi dan sinergisitas yang baik. Informasi yang benar dan akurat seputar layanan kelistrikan sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami memahami kerja keras yang telah dilakukan PLN dalam menjaga pasokan listrik. Melalui  komunikasi yang baik tentunya media dapat membantu sekaligus mendukung PLN dalam menjalankan bisnisnya,” tutur Abdul Salim.

Dia mengusulkan PLN mengajak wartawan saat melakukan perbaikan atau pemeliharaan jaringan listrik. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan benar apa yang telah dilakukan PLN dalam meningkatkan mutu layanan.

Ditempat terpisah, Manager Sub Bidang Komunikasi PLN, Syaipunnur Rahsia mangatakan, wartawan adalah salah satu stakeholder dan mitra kerja terpenting PLN.

Hubungan yang baik harus terus terjalin agar dapat saling membantu dan saling dukung untuk memajukan kelistrikan di Kalimantan Barat.

“Selama ini sudah terjalin komunikasi yang baik. Namun silahturahim harus tetap dijaga. Berteman tidak hanya pada saat ada urusan saja, namun disaat senggang pun dapat saling bertemu dan berbagi informasi,” ujar Syaipunnur. (ril/03)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *