banner 468x60

Kepala BNPB Doni Monardo, Jenderal Penyayang Tanaman

  • Bagikan
Kepala BNPB, Doni Monardo menamam pohon di sejumlah lokasi di Provinsi Bangka Belitung (Dok. BNPB).

PANGKAL PINANG, insidepontianak.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo terkesan dengan kawasan konservasi mangrove Munjang Kuarau di Kabupaten Bangka Tengah.

Hamparan hijau tanaman mangrove tumbuh subur dan alami di lahan seluas 800 hektare. “Saya terkesan. Mangrove di kawasan ini sangat natural dan sangat indah. Dari konservasi alam dan sekarang jadi kawasan pariwisata,” kata Doni.

Kehadiran Kepala BNPB di “Hutan Amazon” Bangka itu diisi dengan kegiatan penanaman bibit mangrove. Mantan Komandan Jederal Kopassus yang pernah sukses mempelopori program “Citarum Harum” ini kemudian berkeliling kawasan konservasi yang juga disungsikan sebagai tempat wisata alami.

Lima belas menit usai melakukan peninjauan, Doni menyampaikan apresiasi atas usaha dari pihak-pihak yang telah aktif melakukan penyelamatan lingkungan, khususnya hutan mangrove di wilayah Bangka.

Hal penting yang menurut Doni bisa dicontoh adalah bagaimana semua pihak bekerjasama mengembalikan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon sekaligus penghasil oksigen. Selain magrove juga menjadi benteng alam dan pelindung dari gelombang besar serta tsunami.

Dari segi ekonomi, kawasan mangrove menjadi rumah bagi kepiting dan udang yang bernilai jual tinggi. Pemanfaatan mangrove sebagai kawasan wisata juga bisa menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan.

Pada Juli 2019, kawasan konservasi mangrove Kuarau Barat meraih penghargaan Kalpataru. Mulanya kawasan ini hanya seluas 213 hektare. Berkat penanaman mangrove sejak tahun 2004, kawasan meluas hingga 800 hektare.

Selain konservasi dan wisata alam, hutan mangrove yang memiliki 4 jenis tanaman masing-masing: Rizophora, Avicinea, Soneratia Alba, dan Api-api itu juga menjadi lokasi favorit para pecinta fotografi burung dan alam liar.

Kegiatan menanam pohon aktif dilakukan mantan Komandan Jenderal Pasukan Pengamanan Presiden ini. Sejak turun pesawat di Bandara Belitung, Doni langsung memimpin penanaman pohon Ketapang kencana di jalan masuk bandara.

Panitia menyiapkan 50 bibit ketapang untuk ditanam di sekitar lokasi tersebut. Penanaman itu juga dibantu satuan TNI AD.

Dari bandara, rombongan bergerak menuju lokasi penanaman pohon selanjutnya di kawasan Kalekak Nusantara, Bukit Mangkol, Desa Terak, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah.

Soal tanaman, pengalaman dan pengetahuan Doni Monardo mungkin melebihi ahli dan peneliti tanaman. Doni mampu mengoreksi nama, jenis, hingga asal muasal bibit tanaman yang diserahkan oleh panitia untuk ditanam.

Seperti yang dilakukannya pada kegiatan menanam pohon di Kawasan Kalekak Nusantara. “Ini yang benar bibit Kayu Hitam dari Sulawesi. Bukan Pohon Kayu Ulin ya,” kata Doni mengoreksi.

Kegiatan menanam pohon juga dilakukan bersama Bupati Bangka Tengah beserta jajarannya. Kepala BNPB berharap upaya melestarikan lingkungan yang dilakukan Provinsi Bangka Belitung bisa dicontoh daerah lainnya. (ril/03)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: