3 Pilar Kamtibmas Sukseskan Pelantikan Presiden

Polda Kalbar serahkan penghargaan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa). (Dok.Humas Polda Kalbar).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Polda Kalimantan Barat menggelar Apel Besar 3 Pilar Keamanan Ketertiban Desa. Menyiapkan situasi kondusif menjelang pelantikan presiden.

Apel Besar tersebut dilakukan di Ballroom Hotel Aston Kota Pontianak, Senin (14/10/2019). Hadir dalam apel, bintara pembinan keamanan dan ketertiban masyarakat (Polri), bintara pembina desa (TNI) serta kepala desa/lurah se-Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Tema yang diangkat adalah “Strategi Polda Kalbar Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden”.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono memberikan penghargaan kepada 3 Babinsa mitra Bhabinkamtibmas teladan tingkat Polda kalbar. Penghargaan juga diberikan kepada personel polisi juara lomba Hari Bhayangkara ke-73.

Juara 1, Bhabinkamtibmas Desa Kamboja, Polsek Pulau Maya Karimata, Polres Kayong Utara. Juara 2, Bhabinkamtibmas Desa Hilir Kantor, Polsek Ngabang, Polres Landak, serta juara 3, Bhabinkamtibmas Desa Rawa Hulu, Polsek Sekadau Hulu, Polres Sekadau.

“Kalimantan Barat miliki 2.031 desa, 87 diantaranya adalah desa mandiri, 188 desa maju, 767 desa berkembang, 781 desa tertinggal , dan 208 desa sangat tertinggal. Memiliki 321 Destinasi wisata yang sangat natural,” kata Didi Haryono.

Pemerataan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, menjadi isu strategis pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi terus dipacu untuk meningkatkan daya saing menuju kemakmuran.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif dan menyebar di berbagai wilayah sebagai bentuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

“Dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo yang ketiga (membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan) telah diimplementasikan secara nyata yakni pembangunan PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, dan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.

Selain itu dukungan pemerataan pembangunan di tingkat desa melalui anggaran dana desa. Tujuan pemanfaatan dana desa adalah untuk meningkatkan produktifitas ekonomi desa dan diprioritaskan untuk pembangunan.

“Kami mendukung terwujudnya desa mandiri melalui implementasi polisi masyarakat. Memperhatikan karakteristrik kerawanan daerah Provinsi Kalbar yang didominasi wilayah perbatasan, perairan, serta pedalaman.

Menurut Kapolda, situasi kamtibmas di Kalbar hingga saat ini aman dan kondusif. Saat Pemilu 2019, Kalimantan Barat menduduki ranking 29 indeks potensi kerawanan.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, proses demokrasi melalui pemilu sudah selesai. Presiden terpilih sudah ditetapkan oleh KPU.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menjelaskan, untuk meningkatkan sinergitas pengamanan pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019, TNI-Polri dan pemerintah menjadi pondasi meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat untuk memelihara kamtibmas dan menjaga stabilitas keamanan.

“Ketertiban dan keamanan bukan hanya tugas pemerintah, TNI-Polri akan tetapi juga tugas masyarakat. Kami mengajak masyarakat menciptakan keamanan dan ketertiban. Pilpres sudah selesai, mari kita kawal dan kita sukseskan pelantikan presiden,” kata Ria Norsan. (ril/03)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *