banner 468x60

Ketua PBNU: Radikalisme Sudah Darurat

  • Bagikan
Ketua PBNU Said Aqil Siradj (bangkitmedia.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai perkembangan radikalisme di Indonesia sudah tahap darurat.

Kata Said Aqil, hal ini mengacu pada penikaman terhadap Menko Polhukam Wiranto oleh Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan istrinya FA yang diduga berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

“Sudah darurat. Harus ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu yang sudah dicurigai. Harus bisa ditangkap sebelum berbuat,” kata Said kepada di RSPAD Gatot Subroto, Selasa (15/10/2019).

Wiranto kepada Said Aqil menyampaikan pesan agar NU meningkatkan kewaspadaan terhadap radikalisme di Indonesia. “Pesan beliau juga pada semua teman-teman NU, meningkatkan kewaspadaan dengan amaliah dari kelompok tertentu yang sangat nekat, (bertindak) tanpa kasih sayang atau kemanusiaan,” ujar Said Aqil.

Said Aqil menyimpulkan, penanganan radikalisme harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk NU. Dalam hal ini NU bertugas menyebarkan sikap kontra terhadap radikalisme.

“Kalau NU tugasnya kan kontra radikalisme. Dengan ajaran, dengan taklim, dengan penyadaran. Kalau deradikalisasi ya BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Kalau penangkapan, Densus,” kaa Said Aqil kepada cnnindonesia.com.

Penyerangan terhadap Wiranto dilakukan usai mengunjungi peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar di Pandeglang, Banten Kamis (11/10). Wiranto sempat dilarikan ke RSUD Pandeglang sebelum akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Wiranto disebut mengalami luka tusuk di perut dan sempat menjalani operasi.

Tersangka terorisme, Abu Rara dan istrinya ditahan dan dibawa ke Mabes Polri, Jakarta. Tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap terduga teroris yang memiliki hubungan dekat dengan Abu Rara di Bali.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: