banner 468x60

Polda Kalbar Bantu Percepatan Desa Mandiri

  • Bagikan
Foto: Dok. Humas Polda Kalbar.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mendukung percepatan mewujudkan desa mandiri melalui pemanfaatan teknologi informasi (IT).

Hal itu diungkapkan Kapolda saat fokus group discussion (FGD) yang diadakan Universitas Panca Bakti (UPB) di Ballroom Hotel Ibis Pontianak, Rabu (16/10/2019).

Diskusi yang mengusung tema “Teknologi Informasi dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Provinsi Kalbar” dihadiri civitas akademik UPB Pontianak, Gubernur Kalbar, Staf Ahli Ideologi dan Politik Kodam XII Tanjungpura, dan motivator nasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Jakarta, Saffilianty Anggiani.

Kapolda menyambut baik FGD sebagai sarana maintenance partnership percepatan membangun desa mandiri berbasis IT di Kalbar. Meningkatkan pemeliharaan kamtibmas dalam rangka menangkal, mencegah dan menanggulangi gangguan stabilitas keamanan.

Menurut Didi Haryono, situasi keamanan di Kalbar sangat kondusif. Bencana kebakaran hutan dan lahan sudah tuntas dan ditangani bersama. “Kalbar sudah zero hot spot. Satgas karhuta bersinergis dengan baik.

“Karhutla lebih berbahaya dari narkotika. Berbagai langkah kita lakukan agar tahun 2020 Kalbar bebas dari karhutla. Saat ini 99 kasus karhutla kami tangani, 64 kasus dalam proses penyidikan, sisanya penyelidikan. Dan 34 kasus merupakan korporasi,” ujar Kapolda.

Kapolda mengingatkan wilayah Kalbar yang luas mencapai 146.807 kilometer, rawan terjadi kejahatan. Apalagi berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kondisi geografis Kalbar dinamika kamtibmas mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan luar biasa). Potensi kerawanan kami antisipasi agar kamtibmas tetap kondusif. Kondisi kamtibmas yang ideal adalah situasi yang aman, damai, energik, dan mantap dalam beraktifitas.”

Menurut Kapolda, rasa aman harus dikelola dan diciptakan bersama. Kerawanan desa dapat dipetakan dengan membagi dalam kategori kamtibmas desa binaan, sentuhan, dan pantauan.

“Mewujudkan desa mandiri perlu upaya dan kemauan yang serius dari seluruh pihak. Menyatukan visi, misi, persepsi, dan interpretasi menuju desa yang mandiri. Termasuk pemanfaatan perkembangan teknologi dan informasi.”

Polda Kalbar menghadirkan polsek sebagai lini terdepan kamtibmas. Masyarakat juga perlu dilibatkan melalui system keamanan lingkungan.

Untuk mendukung program desa mandiri, Polda Kalbar membentuk Satgas Desa Mandiri. “Satgas Desa ikut mendorong kinerja instansi atau dinas terkait yang membidangi variabel-variabel menuju desa mandiri.”

Jumlah Bhabinkamtibmas jajaran Polda Kalbar saat ini mencapai 897 personel. “Upaya Bhabinkamtibmas menyukseskan program desa mandiri antara lain bersama kepala desa mendata kekurangan yang harus dipenuhi terkait variabel indek desa mandiri,” kata Didi.

Personel Polda Kalbar juga bisa menyarankan kepala desa untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembangungan terkait variabel-variabel yang harus dipenuhi.

Dalam indeks ketahanan sosial, Bhabinkamtibmas mendorong masyarakat secara swadaya mewujudkan variable keamanan seperti menggerakkan siskamling dan mengaktifkan peran lembaga adat. (ril/03)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: