Polisi Curigai Kasus Napi Gantung Diri di LP Pontianak

Ilustrasi gantug diri

PONTIANAK, insidepontianak.com – Bong Min alias Amin bin Bong Kong Phin (45 tahun), narapidana LP Kelas II A Pontianak ditemukan meninggal di kamar mandi sel blok B5, Selasa (15/10/2019) pagi. Bong Min diduga meninggal gantung diri.

Polisi masih menyelidiki kasus karena menemukan sejumlah kejanggalan. Meski ditemukan di kamar mandi dalam kondisi terjerat tali, tanda-tanda pada jasad korban tidak mengindikasikan akibat gantung diri.

Bacaan Lainnya

Dokter jaga instalasi jenazah RSUD Soedarso, dr Wiwi yang menangani jasad korban menemukan bekas jeratan di leher. “Tampak bekas jeratan di leher, yang mengakibatkan meninggal dunia,” kata Wiwi.

Namun dr Wiwi tidak memberikan keterangan lebih rinci terkait kondisi jenazah. “Butuh proses lanjut, kami akan lakukan visum sesuai hasil pemeriksaan.”

Kecurigaan disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Polii. Saksi Leo (25 tahun) yang juga napi di LP Pontianak sempat melihat korban duduk di kursi kayu di depan WC. Korban mengaku sedang sakit perut.

Beberapa waktu kemudian, dari ventilasi kamar mandi, Leo melihat Bong Min tergantung di WC. Leo melaporkan hal tersebut ke penjaga yang kemudian mendobrak pintu.

Meski korban ditemukan dalam posisi tergantung, menurut AKP Rully ada kejanggalan terkait kematian korban. Pada jasad korban tidak terlihat ciri-ciri seseorang yang meninggal akibat gantung diri.

“Namun untuk sementara ciri-ciri meninggal dunia akibat bunuh diri seperti lidah yang menjulur tidak ditemukan pada korban. Posisi kaki korban yang menapak ke lantai WC. Diperlukan penyidikan lebih lanjut terkait kematian korban,” kata AKP Rully.

Menurut Rully, tidak menutup kemungkinan Bong Min adalah korban pembunuhan.

“Tidak menutup kemungkinan korban meninggal akibat pembunuhan. Mengingat korban adalah warga binaan kasus narkoba, dan akan keluar dalam waktu satu tahun lebih. Sehingga dianggap membahayakan jaringan narkoba yang berada di luar,” ujarnya.

Setelah dimandikan di RSUD Soedarso, jenazah Bong Min langsung diantar ke Pemangkat menggunakan ambulans. Pria kelahiran 1973 ini adalah narapidana kasus narkotika asal Pemangkat, Kabupaten Sambas. Bong Min divonis 8 tahun namun akan dibebaskan setelah menjalani masa penjara 3 tahun 3 bulan.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *