Kerusuhan di Penajam Paser Utara, 105 Rumah Terbakar

Ilustrasi rumah terbakar (Foto: suara.com)

PENAJAM PASER UTARA, insidepontianak.com – Sebanyak 105 rumah dan 1 sekolah terbakar akibat konflik antar warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU mencatat, sedikitnya 322 keluarga mengungsi di mess PKK dan Kecamatan Balikpapan Barat.

Bacaan Lainnya

BPBD sudah menyalurkan bantuan berupa makanan, bahan pokok, air mineral, dan pakaian layak pakai. Batalyon Zeni Tempur (Zipur) Balikpapan masih melakukan inventarisir kerugian akibat konflik warga tersebut.

Bentrokan dipicu perkelahian remaja yang menyebabkan tewasnya Hendri Candra (19 tahun) siswa SMK Pelita Gamma, 9 Oktober 2019. Setelah kejadian, polisi langsung bergerak membengkuk tersangka.

Warga yang tidak puas, tersulut emosi dan menuntut menghakimi tersangka. Massa kemudian membakar rumah di 3 RT dan fasilitas pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Nipah Nipah, 16 Oktober 2019.

Meski kerusuhan mencoreng nama Kabupaten Penajam Paser Utara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro memastikan insiden ini tidak mempengaruhi rencana pemindahan ibu kota.

Menurut Bambang, kerusuhan dipicu kasus kriminal biasa. Situasi akan kembali normal setelah polisi melakukan penegakan hukum.

“Sejauh ini pokoknya untuk (pemindahan) ibu kota jalan terus. Kita selalu memperhatikan hal-hal seperti tadi, meskipun itu kriminal biasa,” kata Bambang Brojonegoro di Jakarta.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *