banner 468x60

Jangkau Rumah Warga, 20 Puskesmas Kuburaya Terima Motor Operasional

  • Bagikan
Bupati Muda Mahendrawan menyerahkan bantuan motor operasional program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu. (insidepontianak.com)

KUBURAYA, insidepontianak.com  – Sebanyak 20 puskesmas di Kabupaten Kuburaya menerima bantuan motor operasional program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu. Motor tersebut akan digunakan untuk memberikan layanan kesehatan ke rumah-rumah warga.

Penyerahan motor dilakukan Bupati Muda Mahendrawan seusai memimpin apel pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Kuburaya, Senin (21/10). Secara simbolik motor diterima oleh perwakilan Puskesmas Sungai Kerawang, Sungai Kakap, Kubu, Kopri, Sungai Asam, dan Rasau Jaya.

Bupati menjelaskan, Salju Terpadu adalah program untuk mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Yakni dengan kunjungan petugas kesehatan ke rumah-rumah warga.

Salju adalah akronim dari Selasa dan Jumat, hari dimana dilakukan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola. Pada kunjungan hari Selasa dilakukan pelayanan kesehatan keluarga, seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, imunisasi, pemberian vitamin, dan KB.

Sedangkan kunjungan hari Jumat untuk memberikan pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular. “Ini (bantuan motor) sebetulnya untuk memperlancar. Prinsipnya adalah bagaimana supaya program Salju ini bisa berjalan maksimal sesuai harapan,” kata Bupati.

Mengejar target Standar Pelayanan Minimal (SPM), sedikitnya ada 12 indikator bidang kesehatan yang harus terpenuhi. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga.

“Ini langkah-langkah untuk mengurangi dampak dan jumlah misalnya stunting, gizi, kesehatan ibu dan anak, serta sebagainya. Termasuk juga menangani penyakit menular dan tidak menular.”

Dari 12 indikator bidang kesehatan, Bupati Muda menyebut perlunya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan. Tidak kalah penting juga adanya partisipasi masyarakat.

“Masyarakat adalah kuncinya. Apabila masyarakat ini bisa partisipatif, jauh lebih cepat lagi kita di dalam menurunkan jumlah risiko terhadap 12 indikator SPM itu,” tuturnya.

Muda menerangkan, pemerintah desa diharapkan membuat program terkait kebijakan kesehatan. Menyiapkan alokasi dan program untuk kemudian digerakkan melalui RT dan RW.

“Dengan pelayanan keliling, desa mendukung dengan alokasi anggaran supaya ini makin bergerak. Jadi kalau sudah atas-bawah mengepung, kita jadi jauh lebih cepat mendeteksi persoalan sehingga tidak melebar dan terjadi ketelanjuran yang parah,” kata Bupati.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuburaya, Marijan optimistis melalui program Salju, standar pelayanan minimal dengan 12 indikator bidang kesehatan akan tercapai.

“Ini bisa terwujud kalau kita selalu mengunjungi lokasi, sehingga mengetahui permasalahan masyarakat. Adanya bantuan kendaraan bermotor itu mempermudah transportasi teman-teman puskesmas untuk mengunjungi pasien,” kata Marijan.

Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Supratman menilai bantuan motor operasional tidak sekadar simbolis pemberian kendaraan. Bantuan ini memotivasi tenaga medis untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Bantuan motor sangat berguna bagi tenaga kesehatan di lapangan, terlebih dilengkapi boks untuk membawa perlengkapan medis. “Kami bangga dan senang. Mewakili petugas di lapangan, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Supratman.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: