Polda Kalbar Ungkap Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat mengungkap tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal. (Foto: Humpro Polda Kalbar)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat mengungkap tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal. Senjata api dari berbagai jenis beserta ratusan amunis disita dari tersangka SMS alias Yusuf.

Hal ini diungkap Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Veris Septiansyah kepada awak media di Mapolda Kalbar, Senin (21/10/2019).

Bacaan Lainnya

“Pengungkapan kasus ini diawali beberapa kejadian menonjol yang sering kali menggunakan alat-alat yang mengancam jiwa. Sehingga pihak kepolisian perlu pengungkapan khusus mengenai keberadaan senjata api baik pabrikan maupun rakitan di masyarakat,” kata Kombes Pol Veris.

Pengungkapan kasus ini juga dalam rangka cipta kondisi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan situasi yang kondusif terkait  pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Dari hasil penyelidikan Tim Resmob Polda Kalbar, pada 18 Oktober dan 19 Oktober mendapat informasi terkait keberadaan salah satu warga Kota Pontianak yang menyimpan senjata api ilegal berserta amunisinya.

“Ini melalui upaya yang keras dari Tim Resmob Ditreskrimum, sehingga selama dua hari berhasil mengungkap kepemilikan senjata api ilegal dengan TKP di Jalan Perdana. Tersangka berinisial SMS alias Yusuf.”

Barang bukti yang berhasil disiita adalah 1 pucuk senjata api laras pendek jenis revolver kaliber 38, 1 pucuk revolver kaliber 22, 1 pucuk laras pendek jenis pistol kaliber 9 mm, 1 pucuk senjata api laras panjang, 2 pucuk senapan angin, ratusan amunis berbagai kaliber, katapel, body armor, dan handy talky (HT).

“SMS alias Yusuf sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal. Dari hasil pemeriksaan tersangka ada senjata pabrikan yang dibeli online dan ada juga yang merakit sendiri,” ujar Kombes Vetris.

Kasus ini masih dalam pengembangan Dit Reskrimum Polda Kalbar untuk mengungkap jaringan atau penggunaan senjata api oleh tersangka. SMS alias Yusuf dikenakan Pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *