SD 9 Sungai Raya Juara III Nasional Budaya Mutu Sekolah

  • Bagikan
Bupati Muda Mahendrawan bersama Kepala SDN 09 Sungai Raya (Foto: Humpro Kabupaten Kuburaya).

KUBURAYA, insidepontianak.com – SD Negeri 9 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya, menjadi juara III nasional Lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar tingkat nasional tahun 2019.

SD Negeri 9 Sungai Raya bersaing dengan 120 sekolah lainnya se-Indonesia.  Sekolah ini meraih peringkat III nasional untuk kategori SD Negeri Rujukan Komponen Manajemen Berbasis Sekolah.

Lomba ini digelar Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Ini suatu pencapaian yang luar biasa, yakni bisa mendapatkan juara tiga di tingkat nasional,” kata Bupati Kuburaya, Muda Mahendrawan di sela kunjungan ke SD 9 Sungai Raya, Senin (21/10).

Bupati mengatakan, prestasi yang diraih SD 9 Sungai Raya adalah buah dari manajemen berbasis sekolah. Manajemen berbasis sekolah melibatkan secara aktif dari semua unsur pemangku kepentingan sekolah.

“Manajemen berbasis sekolah itu penting. Di situlah sebetulnya ruh dan substansinya. Bagaimana jika sekolah dikelola dengan cara yang maksimal baik dalam kepemimpinan maupun pola partisipasinya.”

Pelibatan semua pihak memunculkan banyak inisiatif positif bagi sekolah. Inisiatif itu tidak hanya berasal dari kepala sekolah dan guru, namun juga dari orang tua murid atau masyarakat.

“Ada manajemen relasi guru, murid, pemerintah, kelompok masyarakat, dan seterusnya. Bahkan ada paguyuban wali murid. Ini akan menjadi suatu kohesi yang baik,” kata Bupati.

Bupati menyebut murid seringkali punya inspirasi dan inisiatif tak terduga. Hanya kerap tidak berani menyampaikannya. “Itu harus kita dengar. Keberadaan paguyuban wali murid pun biasanya menjadi saluran bagi ide dan gagasan murid-murid. Yang mungkin takut menyampaikan idenya secara langsung ke pihak sekolah.”

Kepala SD Negeri 09, Sri Priyantinah Listiyanti mengatakan, target budaya mutu adalah agenda rutin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya, berawal dari data pokok pendidikan sekolah.
“Setelah data pokok pendidikan dianggap memenuhi persyaratan, kunjungan. Waktu kunjungan itu kami tidak tahu. Tiba-tiba saja tim dari pusat datang melihat bagaimana kondisi di sekolah,” kata Priyantinah.

Setelah itu, pihak sekolah diundang untuk mempresentasikan gagasan yang sudah dilaksanakan sekolah terkait. Khususnya berkaitan dengan 8 standar nasional pendidikan (SNP).

“Kami berusaha untuk menjelaskan bahwa best practice yang kami lakukan di sekolah adalah dengan dasar mengembangkan seluruh budaya mutu. Terutama yang ada di manajemen berbasis sekolah. Ternyata itu yang mengantarkan kami juara 3 nasional,” ujarnya.

Listiyanti mengaku tidak pernah bekerja untuk mendapatkan juara. Apa yang dilakukan sekolah hanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Kita melakukan apa yang memang harus dilakukan oleh semua sekolah.”

Dengan aksi nyata itu SDN 9 meraih sejumlah prestasi membanggakan. Di antaranya menjadi sekolah rujukan, sekolah ramah anak, sekolah model sekolah sehat, dan sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalbar.

Listiyanti berterima kasih atas apresiasi Bupati Muda Mahendrawan. Dia menyebut capaian yang didapat SD Negeri 9 menjadi bukti bahwa pendidikan di Kuburaya punya potensi menjanjikan.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: