banner 468x60

Robo-Robo Disiapkan Jadi Wisata Unggulan

  • Bagikan

KUBURAYA, insidepontianak.com – Bupati Kuburaya, Muda Mahendrawan menyebut tradisi Robo-Robo menjadi sarana pemersatu masyarakat. Budaya legendaris yang telah melalui peradaban panjang.

“Ini (tradisi) peradaban panjang yang unggul. Magnet orang berkumpul. Ada suasana kebersamaan. Saling membahagiakan muncul di situ. Saling memberi dan mendekatkan diri. Juga mendoakan semuanya agar selamat, istilahnya tolak bala,” kata Muda, Rabu (23/10/2019).

Menurut Bupati, Robo-Robo telah berkembang menjadi suatu gerakan. Tradisi ini berpotensi dikembangkan menjadi wisata unggulan daerah.

“Semuanya sudah mengakar sampai ke anak-anak generasi sekarang. Bagi pemerintah daerah ajang ini sangat penting dan mendasar. Termasuk di sinilah kita membangun identitas daerah kita,” ujarnya.

Pemkab Kuburaya bertekad meningkatkan kualitas penyelenggaraan Robo-Robo. Diawali proses penataan pasar Sungai Kakap, dilanjutkan pembangunan pendopo yang representatif untuk berbagai kegiatan.

“Targetnya tahun depan lebih meriah. Kita berupaya tahun ini menata pasar dulu. Setelah pasar ditata akan lebih mudah menyusun di mana kira-kira tempat (acara) yang tepat. Kita coba lakukan desain dulu.”

Robo-Robo menjadi momentum tepat mempromosikan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ajang Robo-Robo ada peluang bagus untuk berdagang. Termasuk para pedagang dari desa, dapat mencari relasi usaha di lokasi acara.

“Mudah-mudahan ke depan bisa ditampilkan produk UMKM dalam event ini. Supaya terlihat oleh pasar. Kita punya UMKM banyak, tapi dalam ajang ini memang belum dikhususkan display-nya. Nanti akan dikoordinasikan dengan Dekranasda,” kata Bupati.

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kuburaya Zulkarnaen mendukung ide membangun pendopo di Desa Sungai Kakap.

“Kita berharap ada semacam kenang-kenangan dari Bupati Muda Mahendrawan untuk masyarakat. Legislatif pasti mendukung penuh gagasan pembangunan pendopo ini. Karena ini aspirasi masyarakat,” ujar Zulkarnaen.

Kepala Desa Sungai Kakap, Hendri Oktavia mengakui warga mengusulkan pembangunan pendopo untuk kegiatan. Aspirasi itu disampaikan dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan desa dan kecamatan.

“Di setiap musyawarah rencana pembangunan desa dan kecamatan selalu diusulkan. Kami mohon kepada Pak Bupati untuk bisa menganggarkan pendopo kegiatan termasuk untuk Robo-Robo,” ujar Hendri.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: