Bupati Sintang Sebut Pondok Pesantren Laboratorium Perdamaian

Bupati Jarot Winarno memimpin upacara peringatan Hari Santri (Foto: Humpro Pemkab Sintang).

SINTANG, insidepontianak.com – Bupati Sintang Jarot Winarno memimpin upacara peringatan Hari Santri tahun 2019 di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, Sabtu (26/10/2019).

Bupati Sintang yang membacakan sambutan Menteri Agama RI mengatakan, peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

Bacaan Lainnya

Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren adalah tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin. Islam ramah dan moderat dalam beragama.

“Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi,” kata Bupati Jarot Winarno.

Setidaknya ada 9 alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Metode mengaji dan mengkaji serta khidmah (pengabdian) santri.

Pesantren juga mendidik kemandirian, seni dan sastra, serta merawat khazanah kearifan lokal. Prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang tidak bisa ditawar oleh kalangan pesantren.

Alasan utama pesantren layak disebut laboratorium perdamaian adalah penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih santrinya untuk tazkiyatunnafs: proses pembersihan hati.

Ini biasanya dilakukan melalui amalan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan pikiran dan tindakan yang bersih dan benar. Sebab itu santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, terlebih terorisme.

“Kita patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang tentang Pesantren. Ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, KH M Ghozali menyampaikan bahwa upacara Hari Santri diikuti murid pondok pesantren dan sekolah yang dikelola Yayasan Darul Ma’arif Sintang.

“Upacara dan pawai Hari Santri Nasional diikuti ratusan santri dan pelajar yang berasal dari pondok pesantren dan sekolah yang ada di Sintang dan Dedai. Mereka generasi penerus bangsa yang potensial. Kami sangat berharap peran santri akan semakin kuat dalam  memajukan  bangsa,” kata KH M Ghozali.

Hadir juga dalam upacara, anggota DPRD Provinsi Kalbar, H Usmandy, anggota DPRD Kab Sintang, H Senen Maryono dan pengurus serta pengajar Pondok Pesantren Yayasan Darul Ma’arif.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *