banner 468x60

HPI AGRO Gandeng Untan Bangun IPAG Kapasitas 3.000 Liter Per Hari

  • Bagikan
KERJASAMA - Head Plantation PT GSK, Agus Budi Santoso (kemeja putih) bersalaman bersama Dekan Fahutan Untan,Gusti Hardiansyah, usai keduanya menandatangani kesepakatan kerja sama pembuatan IPAG di Hotel Mercure Pontianak, Senin (28/10/2019). FOTO (IP/02)

PONTIANAK, insidepontianak.com – HPI Agro melalui anak usahanya, PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) menandatangani kesepakatan kerja sama pembuatan Instalasi Pengolahan Air Gambut (IPAG) dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Potianak, di Hotel Mercure Pontianak, Senin (28/10/2019).

Adapun untuk tahap awal IPAG yang akan dibangun nantinya mampu mengolah air yang berasal dari kawasan gambut dengan kapasitas 3000 liter per hari atau setara untuk konsumsi 30 KK dengan kebutuhan 100 liter per Kepala Keluarga (KK) per harinya.

Direktur PT GSK, Agus Budi Santoso mengatakan di Kalbar ada banyak lahan gambut dan tantangan yang cukup krusial adalah persoalan akses air bersih layak konsumsi. Di sini, salah satu kepedulian perusahaan dalam pembangunan masyarakat adalah, bagaimana menyediakan kebutuhan air bersih bagi karyawan dan warga. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan air gambut menjadi air bersih.

“Jadi kami melihat bentuk kerja sama dengan Untan sangat positif,” kata Agus.

Alasannya, karena tim dari Untan, yang terdiri dari para akademisi, akan mendampingi perusahaan dalam menyiapkan metode pengolahan air gambut serta kelengkapan peralatannya. Bahkan perusahaan juga sudah menyiapkan kolam penampungan air, nantinya dijadikan sebagai sumber air pengolahan dan selanjutnya tinggal menyiapkan instalasinya.

Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Gusti Hardiansyah mengatakan, air di lahan gambut umumnya berwarna hitam kecoklatan, dengan tingkat keasaman dan zat organik yang tinggi dan bersifat karsinogen (memicu kanker).

“Bila dikonsumsi dalam jangka panjang oleh warga akan membahayakan dari segi kesehatan,” kata Gusti.

Nah, untuk mengubah bagaimana air gambut bisa laik dikonsumsi, di sini metode IPAG diterapkan.  Metode ini dimiliki oleh Fakultas Kehutanan Untan, di mana dalam pembuatannya, pengolahan air gambut akan diolah melalui sejumlah tahapan hingga akhirnya menghasilkan air yang bisa diminum.

Kembali ke Agus. Adanya pembangunan IPAG,  harapannya karyawan PT GSK beserta keluarganya dapat menikmati akses air bersih yang memadai.

“Kami juga ingin ke depannya hal yang sama bisa dinikmati oleh masyarakat di sekitar kebun kami”, tutup Agus. (IP/02)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: