banner 468x60

Bidan Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan di Daerah Pelosok

  • Bagikan
Bupati Jarot Winarno menghadiri acara puncak Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) VII Kabupaten Sintang dan Peringatan HUT IBI ke- 68. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).

SINTANG, insidepontianak.com – Bupati Jarot Winarno menghadiri acara puncak Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) VII Kabupaten Sintang dan Peringatan HUT IBI ke- 68.

Musyawarah diadakan di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih, Sabtu (2/11/2019) dan dihadiri 384 bidan se-Kabupaten Sintang.

Bupati menyampaikan peranan bidan sangat penting dalam mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan, serta menjaga kesehatan bayi dan keluarga. Bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil.

“Data saat ini, dari 1.000 ibu melahirkan 4 diantaranya meninggal. Sebanyak 80 persen ibu melahirkan sudah ditangani bidan, sisanya masih ditangani dukun beranak atau profesi selain bidan,” kata Jarot.

Jumlah stunting atau terhambatnya pertumbuhan anak tidak sesuai umur di Kabupaten Sintang masih tinggi. Dari 1.000 balita, 310 diantaranya terkena stunting. “Di Sintang masih ditemukan 31 persen stunting. Kita terus pacu program untuk menurunkan angka stunting ini.”

Jumlah tenaga bidan di Sintang juga terus ditambah. Pada penerimaan CPNS tahun 2019, Pemkab Sintang membuka 39 formasi tenaga bidan. Kebanyakan ditempatkan di daerah terpencil.

“Kalian harus berani ambil meskipun jauh. Bidan juga harus mampu menghadapi era 4.0. Mau tidak mau, kalian harus hadapi. Misalkan download aplikasi kesehatan yang bisa membantu pekerjaan kalian,” ujar Bupati kepada para bidan.

Secara umum ada 3 tantangan yang harus dihadapi para bidan. Mengurangi jumlah kematian ibu melahirkan, toleransi tehadap penderita HIV/AIDS, dan meningkatkan kesadaran seksual serta program KB.

Ketua Pengurus Daerah IBI Kalimantan Barat, Uray Rosidana meminta pengurus IBI Kabupaten Sintang yang baru terpilih untuk bekerja maksimal. “Kembangkan organisasi. Saya minta pengurus mengayomi anggota.”

Ketua IBI Sintang periode 2013-2018, Memi Sukaesih menyampaikan anggota IBI Sintang saat ini mencapai 612 orang yang tersebar di 14 kecamatan. Sumber daya bidan akan terus ditingkatkan dengan meningkatkan jenjang pendidikan.

“Kami menargetkan 7 tahun ke depan seluruh anggota IBI Sintang sudah mengambil profesi atau strata I. Mohon dukungan Pemkab Sintang agar mempermudah izin belajar para bidan.”

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: