banner 468x60

KTT ke-14 Asia Timur, Presiden Ajak Negara ASEAN Tolak Ekspor Sampah

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo mendorong negara anggota ASEAN menolak pengiriman limbah sampah bahan berbahaya dan beracun. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).

BANGKOK, insidepontianak.com – Presiden Joko Widodo mendorong negara anggota ASEAN menolak pengiriman limbah sampah bahan berbahaya dan beracun. Termasuk dari beberapa negara di kawasan Asia Timur.

“Kita tentu tidak ingin kawasan Asia Tenggara, menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun,” kata Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada KTT ke-14 Asia Timur di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019).

Menurut Presiden, ekspor limbah B3 melanggar aturan internasional mengenai larangan ekspor limbah plastik dan limbah beracun berbahaya. Dia mengusulkan kerja sama penanganan limbah B3 dengan membangun infrastruktur pengolahan sampah bersama dan konektivitas di Indo-Pasifik.

Presiden menjelaskan bahwa Indonesia telah memberitahukan melalui masing-masing Kedutaan Besar soal pengiriman kembali kontainer-kontainer yang berisi sampah plastik dan berbahaya.

Pemerintah juga akan menindak pihak yang terlibat di dalam negeri. “Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur. Untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional.”

Selain limbah B3, kawasan Asia Timur juga menghadapi tantangan sampah plastik di laut. Presiden mengingatkan bahwa ekosistem laut di kawasan Indo-Pasifik akan rusak jika masalah sampah tidak segera diatasi.

Indonesia saat ini sedang menjalankan strategi nasional untuk menangani sampah laut. “Saya optimistis Indonesia bisa mencapai target pengurangan sampah laut hingga 70 persen di tahun 2025,” kata Presiden.

Menurut Presiden gerakan global mengatasi sampah plastik di laut harus melibatkan sektor swasta, aktivis lingkungan, serta generasi pemuda dan milenial.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang turut hadir pada KTT tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan data bea cukai Indonesia, jumlah sampah B3 dan platik yang masuk ke di Indonesia hingga Oktober 2019 mencapai 2.194 kontainer.

“Bea dan Cukai serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 882 kontainer, dan 374 kontainer sudah dikembalikan ke negara asalnya,” kata Retno.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: