banner 468x60

Generasi Milenial, Produktif Mandiri dan Peduli Peradaban

  • Bagikan
Seminar Nasional Character Building dengan tema “Winning Mentality for Industrial Revoluition 4.0”. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).

SINTANG, insidepontianak.com – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekda Kabupaten Sintang, Kurniawan menyampaikan 3 tantangan besar anak muda di era Revolusi Industri 4.0. Mewujudkan pemuda sebagai generasi pemenang.

Tiga tantangan itu menurut Kurniawan adalah produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan. Anak muda sering dipandang sebelah mata karena dianggap tidak produktiv dan tidak mampu menghasilkan nilai tambah.

“Anak muda harus membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas dimanapun dia berada,” kata Kurniawan saat membuka Seminar Nasional Character Building dengan tema “Winning Mentality for Industrial Revoluition 4.0” di Aula Hotel My Home, Sintang, Rabu (6/11/2019).

Acara ini dilaksanakan oleh Wirausaha Muda Nusatara (Wimnus) bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sintang. Acara dihadiri pelajar dan mahasiswa.

Anak muda juga sering dianggap tidak mandiri, bahkan selalu minta difasilitasi. Sebagai contoh, anak muda yang identik dengan gaya hidup dari cafe ke cafe serta menghabiskan waktu untuk bermain game. “Menjadi tantangan besar anak muda untuk menunjukan bisa mandiri dan tidak tergantung pada orangtua atau pada siapapun.”

Tantangan lainnya adalah kesejahteraan. Anak muda sering diliputi rasa takut soal masa depan. “Tiap tahun kita ‘memproduksi’ penganggur terdidik. Anak muda yang tidak mampu bersaing di dunia kerja meskipun berpendidikan tinggi.”

Tantangan tersebut bisa terjawab jika generasi muda mampu mengubah cara pikir. Membangun karakter, watak, etos, sikap, komitmen, dan kemampuan diri untuk menjadi bagian penting dalam masyarakat.

Ketua DPD Wimnus Kalimantan Barat, Dede Kurniawan mengatakan seminar ini bertujuan mengubah cara pikir anak muda. Menggali minat untuk berkreasi dan berinovasi.

“Kita ingin anak muda membahas hal-hal besar. Bicara peradaban. Kondisi daerahnya,” kata Dede.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: