Kemenpora Beri Latihan Desain Grafis Pemuda Gorontalo

  • Bagikan
Kementerian Pemuda dan Olah Raga mendorong peningkatan kreatifitas pemuda. Menuju Revolusi Industri 4.0. (Foto: Kemenpora).

GORONTALO, insidepontianak.com – Kementrian Pendidikan dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengadakan pelatian desain grafis bagi pemuda dan mahasiswa se-Provinsi Gorontalo, Selasa (5/11/2019).

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pemuda kreatif di Gorontalo ini digagas Kemenpora bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo.

“Diharapkan kaum muda Gorontalo melahirkan satu temuan, terutama di bidang teknologi yang bisa bersaing dengan nasional. Hal ini juga sebagai modal dasar bagi anak-anak muda dan mahasiswa agar punya keahlian di bidang teknologi Informasi,” kata Kepala Bidang Peningkatan Kreatif Pemuda, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Abdul Muslim.

Para pemuda diharapkan dapat berkembang sesuai tujuan sumber daya manusia unggul. Kegiatan ini juga sebagai tolok ukur melihat potensi yang dimiliki kaum milenial.

“Selama ini pemerintah daerah khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga belum memiliki data-data terkait pemuda kreatif. Yang ada hanya data organisasi kepemudaan. Sehingga, pemuda kreatif ini jarang sekali mendapat bantuan dari pemerintah,” ujar Abdul Muslim.

Gorontalo memilik potensi kerajinan yang layak bersaing go international. Seperti contoh, kerajinan sulaman Karawo dan tenun Gorontalo yang sudah terkenal sampai ke  luar negeri.

“Seperti bidang grafika, kriya, dan kuliner yang sebenarnya di Gorontalo banyak pemuda yang bernilai kreatif tinggi. Melalui kegiatan ini kami harapkan pemerintah daerah mendata para pemuda kreatif yang bisa lebih ditingkatkan lewat dukungan pemerintah.”

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Gorontalo, Karmila Mahmud mengatakan, kegiatan ini sebagai pintu masuk kaum muda menyonsong era digital 5.0.

“Teknologi bukan hal baru bagi masyarakat. Perlu ada pengetahuan dasar tentang ITE dalam menyonsong era Industri 5.0,” kata Karmila Mahmud.

Salah satu peserta Muhamad Alamsyah Yusuf mengakui, kemampuan pemuda Gorontalo di bidang teknologi informasi masih terbatas. “Kami datang karena ingin mengenal ilmu IT lebih mendalam. Agar para pemuda tidak tertinggal kemajuan jaman,” ujar Alamsyah Yusuf.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: