banner 468x60

AJI Desak Menteri Pertanian Cabut Gugatan terhadap Tempo

  • Bagikan
Ilustrasi kebebasan pers (Foto: Digtara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia menggugat perdata majalah Tempo atas tulisan investigasi “Swasembada Gula Cara Amran dan Isam” yang terbit pada Edisi 4829/9-15 September 2019.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, gugatan didaftarkan Sabarman Saragih ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 18 Oktober 2019, dengan nomor perkara 901/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL.

Ada 3 pihak tergugat dalam kasus ini yaitu PT Tempo Inti Media, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, dan Penanggung Jawab Berita Investigasi Majalah Tempo, Bagja Hidayat.

Dalam gugatannya, menteri pertanian menuntut ganti rugi materiil Rp 22.042.000 dan kerugian immateriil Rp 100 miliar untuk dibayarkan ke kas negara. Menteri pertanian juga meminta majalah Tempo menayangkan permohonan maaf di surat kabar nasional selama 7 hari dengan ukuran setengah halaman. Tempo juga diminta meletakkan sita jaminan terhadap Gedung Tempo yang terletak di Jl Palmerah Barat No 8 Jakarta Selatan.

Berdasarkan penelusuran AJI, sengketa pemberitaan ini telah disidangkan di Dewan Pers dan dinyatakan selesai pada 22 Oktober 2019. Dewan Pers memutuskan agar majalah Tempo memuat hak jawab dari Kementerian Pertanian secara proporsional. Namun, Menteri Pertanian tidak mengambil opsi hak jawab tersebut untuk diberitakan di majalah Tempo.

AJI berpandangan, sengketa pemberitaan melalui Dewan Pers adalah langkah yang tepat sebagaimana diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers. Undang-undang Pers merupakan lex specialis atau hukum yang lebih khusus terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) dan juga terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sehingga, jika terjadi sengketa pemberitaan pers, peraturan yang digunakan adalah Undang-undang Pers.

Dalam UU Pers, mekanisme penyelesaian sengketa pemberitaan diatur dalam pasal 5 ayat (2) melalui hak jawab. Sedangkan hak koreksi diatur dalam ayat (3).

Selain itu, pelaksanaan Hak Jawab dan Hak Koreksi juga dapat dilakukan melalui Dewan Pers seperti yang diatur dalam Pasal 15 ayat [2] huruf d. Salah satu fungsi Dewan Pers adalah memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Jika gugatan ini diteruskan, menjadi preseden buruk dalam sejarah kebebasan pers Indonesia dan catatan kelam pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pemerintahan Joko Widodo akan dinilai tidak menghormati mekanisme sengketa pers yang diamanatkan UU Pers No 40/1999.

Atas gugatan perdata Menteri Pertanian terhadap majalah Tempo tersebut, AJI menyatakan sikap:

  1. Mendesak Kementerian Pertanian mencabut gugatan yang diajukan atas nama menteri pertanian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jurnalis dan perusahaan media dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik dilindungi Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.
  2. Meminta Kementerian Pertanian menghormati putusan Dewan Pers dalam kasus sengketa pemberitaan yang berakhir pada 22 Oktober lalu dan menjalankan fungsi hak jawab seperti rekomendasi Dewan Pers.
  3. Mengingatkan Pemerintahan Jokowi untuk taat konstitusi yang menjamin kebebasan pers di Indonesia.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: