BNPB Bantu Rehabilitasi Lahan Bekas Pertambangan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meninjau lahan bekas pertambangan emas ilegal di Bukit Mindawa, Kabupaten Dharmasyara, Sumatera Barat. (Foto: BNPB)
banner 468x60

DHARMASRAYA, insidepontianak.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meninjau lahan bekas pertambangan emas ilegal di Bukit Mindawa, Kabupaten Dharmasyara, Sumatera Barat.

Penambangan ilegal di Dharmasraya dihentikan sejak tahun 2007. Namun karena penambangan menggunakan merkuri, dampaknya masih terasa hingga saat ini.

Muat Lebih

Apalagi di kawasan tersebut mengalir sungai dari Kabupaten Solok Selatan yang melintasi Kabupaten Dhamasraya, sehingga dampaknya bisa meluas.

“Banyak tanaman dan pohon yang dicoba ditanam di lokasi ini. Namun, sudah 12 tahun tidak ada satupun yang berhasil tumbuh,” kata Doni yang mengunjungi lokasi bekas pertambangan bersama Bupati, Sutan Riska.

Pemkab Dharmasraya bersama BNPB akan memulihkan kawasan yang telah rusak itu. “Kami menyarankan menggunakan pupuk kotoran agar tanah kembali subur. BNPB akan membantu tanaman vetiver dan aneka bibit pohon yang sesuai dengan kondisi tanah di sini. Tanaman vetiver terbukti dapat tumbuh subur di pinggiran sungai, seperti di sungai Citarum Jawa Barat dan mampu mereduksi merkuri,” kata Doni.

Vetiver merupakan sejenis rumput berukuran besar yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah, termasuk lahan bekas pertambangan. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama akar wangi (Vetiveria zizanioides).

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska menyambut baik ajakan BNPB untuk mengembalikan kesuburan tanah bekas areal pertambangan. “Kami langsung aksi untuk menyebarkan pupuk kandang dan kompos,” ujar Sutan.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani UU Nomor 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri).

Undang-undang tersebut menjadi dasar hukum pengelolaan merkuri dan senyawa merkuri di wilayah NKRI. Mengurangi atau mencegah gangguan kesehatan akibat paparan merkuri serta mengurangi beban dan kerugian negara dari kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Pencemaran merkuri dapat berdampak pada tremor, gangguan  motorik, menurunya kekebalan tubuh, gangguan syaraf, ginjal, paru-paru, iritasi kulit, mata serta gangguan saluran pencernaan. Perempuan hamil yang terpapar merkuri berpotensi melahirkan anak dengan IQ rendah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *