BNPB Imbau Warga Tanam Vegetasi Pantai untuk Mencegah Abrasi

Selain mengatasi abrasi, vegetasi di pantai dapat menjadi penahan alami jika terjadi tsunami. (Foto: BNPB)
banner 468x60

PARIAMAN, insidepontianak.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengimbau semua pihak menanam vegetasi pantai untuk mengurangi dampak abrasi.

Hal itu dikatakan Doni saat mengunjungi beberapa pantai di Sumatera Barat, Kamis (7/8/19). “Rusaknya bibir pantai di sepanjang pantai barat wilayah Sumatera Barat diakibatkan abrasi, mengingat ombak di Samudera Hindia begitu kencang.”

Muat Lebih

Dengan menanam vegetasi, bibir pantai akan tertahan dari abrasi. Perlu dipilih tanaman yang cocok dengan tanah di sekitar pantai. Beberapa jenis yang dapat dipilih sebagai tanaman pantai adalah cemara udang dan pinago (beringin pantai).

Selain mengatasi abrasi, vegetasi di pantai dapat menjadi penahan alami jika terjadi tsunami. “Masyarakat dapat menyiapkan tangga atau tali yang dapat digunakan untuk berlindung naik ke atas pohon yang tinggi untuk bertahan dari terjangan tsunami,” kata Doni.

Kepala BNPB kemudian berdiskusi dengan Zahir Man, tokoh masyarakat Desa Ampalu, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Zahir Man bercerita bahwa pohon pinago yang ada tumbuh di depan rumahnya sudah ada sejak tahun 1980.

“Pohon ini awalnya kecil, hanya setinggi paha orang dewasa pada tahun 1980. Sekarang tingginya sudah hampir 4 meter dan memiliki akar yang kuat,” kata Zahir.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan pihaknya mendukung program menanam vegetasi di pantai seperti yang ditawarkan Kepala BNPB. “Saya juga melihat langsung di Jepang menggunakan vegetasi untuk mengurangi abrasi.”

BNPB akan bekerjasama dengan pemerintah setempat, TNI-Polri, serta pecinta lingkungan dan dunia usaha untuk menyediakan bibit pohon-pohon tersebut. Diharapkan bibit pohon ditanam dan dirawat sehingga dapat berfungsi menahan abrasi atau tsunami.

Dalam kunjungan ke beberapa lokasi pantai yang rusak akibat abrasi, Kepala BNPB, Doni Monardo menanam mangrove dan melepas penyu ke laut. Bebarapa bibit cemara udang ditanam di pantai sekitar Bandara Internasional Minangkabau.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *