Presiden Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 Tokoh

Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 orang tokoh yang dianggap berjasa dalam perjuangan kemerdekaan (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 orang tokoh yang dianggap berjasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.

Para tokoh ini juga dianggap berjasa mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Muat Lebih

Pemberian gelar tersebut berpedoman pada UU No 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur kriteria pemberian tanda kehormatan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 120/TK/tahun 2019 yang ditandatangani 7 November 2019, Presiden Joko Widodo menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai Pahlawan Nasional:

Almarhumah Ruhana Kuddus, tokoh dari Provinsi Sumatera Barat.

Ruhana Kuddus adalah wartawan Indonesia. Ruhana mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia di Koto Gadang pada tahun 1911. Selain aktif di bidang pendidikan, Ruhana menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia.

Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko), tokoh dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi adalah sosok pejuang gerilyawan yang keras menentang penjajahan Belanda di wilayah Kesultanan Buton. Sultan Himayatuddin menjadi Sultan Buton ke-20 pada 1752-1755, dan ke-23 pada 1760-1763.

 Almarhum Prof Dr M Sardjito, M.D., M.P.H, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta.

Dr Sadjito dikenal sebagai sosok yang berkontribusi dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Dia merupakan perintis serta rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr Sardjito menduduki jabatan Rektor UGM mulai tahun 1950 hingga 1961. Dia juga pernah menjabat Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 1961 sampai 1970.

Almarhum Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta.

Kiai Haji Abdul Kahar Mudzakir lahir di Kotagede, Yogyakarta pada 1908 dan wafat 2 Desember 1973. KH Abdul Kahar Muzakkir sempat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). KH Abdul Kahar Muzakkir juga perintis berdirinya Universitas Islam Indonesia (UII) dan pernah menjabat Rektor periode 1948-1960.

Almarhum Dr (H.C.) A.A. Maramis, tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara.

Alexander Andries Maramis pernah menjadi anggota BPUPKI dan Komite Nasional Indonesia Pusat. Dia pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia dan orang yang menandatangani Oeang Republik Indonesia pertama.

Almarhum KH Masjkur, tokoh dari Provinsi Jawa Timur.

KH Masjkur merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama asal Malang dan Perintis Pembela Tanah Air (Peta). KH Masjkur adalah panglima tertinggi barisan perjuangan yang terdiri dari para santri yakni Laskar Hizbullah.

Laskar Hizbullah terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Laskar ini melebur dengan angkatan perang RI sebelum akhirnya menjadi TNI.

KH Masjkur pernah menjabat Menteri Agama pada 5 kabinet berbeda selama 1948-1955. Masjkur merupakan salah satu tokoh NU yang pernah mengemban amanat sebagai Menteri Agama setelah KH Wahid Hasyim dan KH Fathurrahman Kafrawi.

Penganugerahan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (8/11/19) tersebut dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *