banner 468x60

Korupsi Penyertaan Modal, Kejaksaan Tahan Direktur PD Uncak Kapuas

  • Bagikan
Tersangka Supardi diduga terlibat korupsi penyertaan modal BUMD milik Pemkab Kapuas Hulu, PD Uncak Kapuas tahun 2015 senilai Rp 9 miliar. (Foto: tribunnews.com)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu menahan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Uncak Kapuas, Supardi sebagai tersangka korupsi penyertaan modal ke Bank Kalbar senilai Rp 9 miliar. Tersangka ditahan di Rutan Klas IIB Putussibau, Kapuas Hulu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu, Martino Andreas Manulu mengatakan, pihaknya telah memeriksa 20 orang terkait kasus dugaan korupsi ini.

“Dari 20 orang yang diperiksa, termasuk pihak Bank Kalbar. Kasus ini masih dalam penyelidikan kami,” kata Manalu seperti dikutip tribunnews.com.

Manalu tidak menjelaskan apakah dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan tersangka lain. “Sementara kami tetap satu orang tersangka yaitu Direktur PD Uncak Kapuas, Supardi.”

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu menetapkan Supardi sebagai tersangka. Kejaksaan sedang menyiapkan berkas penyidikan untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, termasuk memindah tersangka ke rutan di Pontianak.

Tersangka Supardi diduga terlibat korupsi penyertaan modal BUMD milik Pemkab Kapuas Hulu, PD Uncak Kapuas tahun 2015 senilai Rp 9 miliar.

Supardi tidak menyetorkan modal dari PD Uncak Kapuas untuk realisasi pembangunan hotel. “Tersangka tidak melaksanakan kegiatan fisik, namun dana tersebut di-depositokan ke Bank Kalbar. Harusnya dana itu, digunakan untuk pembangunan hotel sesuai peruntukannya,” kata Manalu.

Bunga deposito di Bank Kalbar kemudian digunakan Supardi untuk kepentingan pribadi. “Dari bunga deposito tersebut, tersangka tidak bisa mempertanggungjawabkan uang sebesar Rp 500 juta yang dianggap sebagai kerugian negara,” ujar Manalu.

Bupati Abang Muhammad Nasir mengatakan Pemkab Kapuas Hulu menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada proses hukum. Pemerintah tidak akan menyediakan kuasa hukum bagi tersangka karena kasus ini menyangkut tindakan korupsi.

Nasir mengakui Pemkab Kapuas Hulu melakukan penyertaan modal terhadap PD Uncak Kapuas untuk pembangunan hotel. Namun pembangunan hotel tak kunjung terealisasi karena terkendala aturan dan syarat perusahaan.

Pembangunan hotel milik Pemkab Kapuas Hulu itu menurut Bupati sudah masuk tahap perencanaan, sehingga tinggal menunggu lelang dan pembangunan.

Tersangka Direktur PD Uncak Kapuas, Sipardi dijerat UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: