banner 468x60

SMPN 1 Pontianak Juara I Nasional Lomba Sekolah Sehat Berkarakter

  • Bagikan
SMP Negeri 1 Pontianak meraih juara pertama The Best Character Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2019. (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – SMP Negeri 1 Pontianak meraih juara pertama The Best Character Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2019. Sekolah ini dinilai terbaik dalam pembinaan karakter siswa.

“Saya berharap prestasi yang dicapai SMPN 1 bisa menjadi motivasi bagi sekolah lainnya untuk menjadi yang terbaik,” kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai menerima penghargaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (13/11/19) malam.

Menurut Edi, pembinaan karakter kepada para siswa perlu diberikan sejak dini. Pendidikan karakter dalam kaitan sekolah sehat adalah menanamkan rasa cinta kebersihan dan menjaga lingkungan.

Kebersihan terhadap diri sendiri dimaksudkan agar membentuk pribadi sehat dan jiwa yang kuat. “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dalam kondisi sehat dan jiwa yang kuat anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.”

Pembentukan karakter dimulai dari menerapkan disiplin dan tata tertib di sekolah. Wali Kota bertekad menjadikan seluruh sekolah di Kota Pontianak sebagai sekolah berkarakter.

“Kita juga akan menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang sehat, bersih, hijau serta membuat siswa nyaman belajar,” kata Edi.

Kepala SMPN 1 Pontianak, Yuyun Yuniarti mengatakan, penilaian sekolah sehat tidak hanya dinilai dari kondisi bangunan dan unit kesehatan sekolah (UKS). Banyak hal yang menjadi faktor penilaian sekolah sehat berkarakter.

Komponen yang dinlai termasuk pembinaan siswa serta inovasi dalam mewujudkan sekolah sehat berkarakter. Inovasi yang dilakukan SMPN 1 Pontianak adalah membangun kantin sehat dan menyusun kegiatan yang melibatkan aspirasi siswa.

Pembiasaan dalam membina karakter diantaranya para guru menyambut siswa dengan senyum, salam, sapa dan santun sebelum masuk sekolah. Para siswa juga dibisaskan berbaris dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum masuk kelas.

“Kemudian ada juga kegiatan lainnya yang sifatnya untuk penguatan pendidikan karakter. Bisa terimplementasi dalam pembelajaran, bisa juga di luar (jam pelajaran) seperti ekstrakurikuler,” kata Yuyun.

Pembiasaan itu efektif meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan. Pengelolaan sampah dilakukan oleh para siswa, bukan petugas cleaning service. “Itulah cara kami menumbuhkan kesadaran pada peserta didik.”

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: