BMKG Deteksi Tsunami Kurang dari 1 Meter Pascagempa Maluku Utara

  • Bagikan
BMKG mencatat terjadi tsunami dengan ketinggian kurang dari 1 meter pascagempa di Maluku Utara.

JAKARTA, insidepontianak.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi tsunami dengan ketinggian masing-masing 0,6 meter di Ternate (23.43 WIB), 0,9 meter di Jailolo (23.43) dan 0,10 meter di Bitung (00.08 WIB) pascagempa dengan magnitudo 7,1 di Maluku Utara pada 14 November 2019.

Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan 2 kali status peringatan dini tsunami setelah terjadi gempa yang berpusat 134 kilometer Barat Laut Jailolo, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer. Status peringatan tsunami tersebut secara resmi dicabut oleh BMKG pada Jumat (15/11) pukul 01.48 WIB.

Adapun wilayah yang sebelumnya dinyatakan waspada tsunami di antaranya: Halmahera (Maluku Utara), Kota Bitung (Sulawesi Utara) dan Ternate (Maluku Utara). Guncangan akibat gempa terasa hingga Bitung, Manado, Gorontalo, Ternate, dan Buol.

Gempa kembali terjadi pada pukul 00.55 WIB, dengan magnitudo 5,0 di 128 kilometer Barat Laut Jailolo pada kedalaman 10 kilometer namun tidak berpotensi tsunami.

Belum ada laporan kerusakan infrastruktur ataupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara bersama TNI-Polri melalukan kaji cepat terkait pascagempa.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: