Empat Personel Polres Bentaeng Diduga Aniaya Tersangka Hingga Tewas

  • Bagikan
Empat personel Polres Bentaeng diduga aniaya terduga kasus pencurian hingga tewas.

MAKASSAR, insidepontianak.com – Lembaga Bantuan Hukum Makassar menduga personel Polres Bentaeng melakukan penyiksaan yang berujung kematian terhadap Sugianto, terduga kasus pencurian di kantor DPRD Bentaeng. LBH meminta kasus ini diusut tuntas.

Pengacara LBH Makassar, Edy Kurniawan mengatakan beberapa personel Polres Bantaeng diduga terlibat penyiksaan terhadap Sugianto, hingga korban meninggal.

Menurut Edy, tindakan para tersangka menyalahi prinsip nesesitas, proporsionalitas, dan reasonable (masuk akal), sesuai ketentuan Pasal 3 huruf b, c dan f Peraturan Kapolri No 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindak Kepolisian.

Juga melanggar Pasal 9 Ayat (1) huruf a, b dan c, Pasal 11 Ayat (1) huruf b dan j Peraturan Kapolri No 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.

“Situasi dan kondisi korban secara logis tidak memerlukan penggunaan kekerasan apalagi senjata api. Lagipula tidak seimbang dengan ancaman yang dihadapi petugas karena korban dalam keadaan tidak berdaya dengan tangan terikat yang secara logis tidak mungkin melakukan tindakan aktif maupun agresif,” kata Edy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (19/11/19).

Akibat dari perbuatan tersebut, para personel Polres Bentaeng diduga telah melanggar hak asasi manusia yaitu hak untuk hidup dan hak untuk tidak disiksa.

LBH Makassar mendesak anggota Polres Bantaeng yang terlibat peristiwa tersebut bertanggungjawab pidana dan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan Pasal 4 Ayat (1) dan (2) UU 5/1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan yang Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan

Adapun dugaan tindak pidana yang dapat diterapkan dalam kasus ini adalah dugaan pembunuhan berancana atau penganiayaan yang menyebabkan kematian. Sesuai Pasal 340 Jo Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

Selain anggota yang yang terlibat langsung, pejabat atasan dalam hal ini Kapolres Bantaeng juga harus bertanggungjawab, bahwa aparat di bawah komandonya telah melakukan penggunaan kekerasan dan senjata api secara tidak sah.

Empat anggota Polres Bentaeng berinisial TR, KH, AM dan NK, diduga menyiksa Sugianto. Mereka memaksa Sugianto mengaku melakukan pencurian di kantor DPRD Bentaeng.

Berdasarkan keterangan saksi Aan yang juga adik ipar korban, keempat polisi itu menyiksa Sugianto di dalam mobil dalam keadaan tangan terborgol. Penganiayaan berlanjut di pos polisi terpadu di Jalan Kartini.

Polisi juga sempat menganiaya Aan serta memaksanya mengaku ikut melakukan pencurian. Selama Sugianto dianiaya di pos polisi, Aan dijebloskan ke sel tahanan Polres Bantaeng.

Sekitar pukul 04.00 WITA, Sugianto dibawa polisi masuk ke sel tahanan dalam keadaan babak belur serta menderita luka di betis dan lutut kanan. Diduga korban ditembak kakinya.

Luka tersebut tidak terjahit, hanya dibalut perban. Hampir satu jam, Sugianto berteriak kesakitan meminta pengobatan. Tak lama kemudian luka pada lutut korban mengalami pendarahan. Aan meminta bantuan petugas jaga yang kemudian membawa Sugianto ke rumah sakit dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.

Pada Sabtu (9/11/19), sekitar pukul 07.00 WITA, Iin istri korban mendapat informasi suaminya meninggal di RSUD Bantaeng. Iin mendapat informasi dari salah seorang perawat bahwa suaminya dibawa ke RS sekitar pukul 05.00 WITA dengan 3 luka tembak. Dua luka tembak di betis dan satu di lutut kanan.

Sugianto sempat dibawa lagi keluar RS oleh polisi. Kemudian sekitar pukul 05.30 WITA, polisi kembali membawa Sugianto ke ruang UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sekitar 2 menit kemudian, Sugianto dinyatakan meninggal.

LBH Makassar mendesak Kabareskrim Polri, Reskrim Polda Sulawesi Selatan, Komnas HAM RI dan Kompolnas RI untuk turun tangan melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus ini.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: