ASAP Tolak Kriminalisasi Peladang Tradisional Pembakar Lahan

  • Bagikan
Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) menolak kriminalisasi terhadap 6 peladang yang dituduh melakukan pembakaran lahan. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).

SINTANG, insidepontianak.com – Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) menolak kriminalisasi terhadap 6 peladang yang dituduh melakukan pembakaran lahan.

Peraturan Bupati Sintang No 57 tahun 2018 melindungi kearifan lokal soal tata cara para peladang membuka lahan. Tradisi membuka lahan dengan cara dibakar sudah dilakukan masyarakat adat secara turun-temurun.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan hukum tidak bisa diintervensi. Namun hukum harus berpijak pada situasi dan aspirasi masyarakat. “Ini soal ketidaktahuan. Perbup dibuat Oktober 2018 dan baru tersosialisasikan satu tahun ini,” kata Jarot.

Menurut Bupati belum seluruh warga yang tinggal di 391 desa dan lebih dari seribu dusun memahami aturan tata cara membuka lahan. “Pada kejadian tersebut Perbup belum seluruhnya secara sempurna diselenggarakan.”

Banyak warga belum paham soal mekanisme meminta izin tertulis kepada kepala desa sebelum membuka lahan dengan cara dibakar. Syarat lainya adalah, pemilik lahan harus menjaga lahan yang dibakar agar tidak meluas.

“Semua faktor dilihat, termasuk pernyataan dari teman-teman ASAP. Ini menjadi perhatian dari kejaksaan juga,” kata Jarot.

Bupati berharap proses sidang berjalan tertib. Menurut Jarot para peladang bukan penjahat, melainkan warga Sintang yang sedang mencari nafkah. “Cara berladang yang sudah mereka lakukan bertahun-tahun, sejak zaman nenek moyang.”

Selain menolak kriminalisasi, perwakilan 20 anggota Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) menuntut DPRD Sintang mengawal sidang dan menindak perusahaan sawit yang terbukti membakar hutan dan lahan.

DPRD dan Pemkab Sintang juga dituntut konsinsten menerapkan Peraturan Bupati 57/2018 agar tercipta aturan hukum yang jelas untuk menjamin nasib para peladang.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: