banner 468x60

Komisi V DPR RI: Infrastruktur Kubu Raya Belum Maksimal

  • Bagikan
Komisi V DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Kubu Raya, Kamis (21/11). (Foto: insidepontianak.com).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Komisi V DPR RI menyoroti pembangunan infrastruktur yang belum maksimal di Kabupaten Kubu Raya. Sarana air bersih di Kubu Raya baru terpenuhi 17 persen.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPR, Syarif Abdullah Alqadrie saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Kubu Raya, Kamis (21/11). Bersama Syarif, turut dalam kunjungan 14 Anggota DPR lainnya.

Dalam pertemuan dengan Bupati Muda Mahendrawan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Komisi V DPR menyoroti sejumlah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kubu Raya yang belum maksimal.

Menurut Syarif, Kabupaten Kubu Raya seharusnya mendapat perhatian lebih karena bertetangga langsung dengan Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. Terlebih Kubu Raya juga merupakan kabupaten baru.

“Sebagai tetangga Ibu Kota Provinsi, (pembangunan) sarana dan prasarana Kubu Raya harus kita percepat. Seperti air bersih yang saat ini belum sampai 20 persen. Kemudian infrastuktur karena sejumlah jalan di Kubu Raya nantinya akan menjadi lintasan nasional. Begitu juga pembangunan Jembatan Kapuas III yang harus kita percepat,” ujar Syarif Abdulllah.

Percepatan pembangunan di Kubu Raya akan berdampak pada pembangunan di Kalimantan Barat secara keseluruhan. DPR mendorong Kabupaten Kubu Raya terus melakukan percepatan pembangunan.

Selain itu, Kubu Raya juga merupakan lumbung pangan. Komisi V DPR juga memprioritaskan pembangunan bidang pertanian seperti irigasi. Anggaran pembangunan irigasi saat ini dinilai tidak maksimal.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengaku tidak menyangka Komisi V merespons keterbatasan anggaran untuk membenahi infrastruktur. Seperti pembangunan jalan poros, jembatan, irigasi, dan air bersih.

“Alhamdulillah, kunjungan kerja spesifik ini ditujukan ke sini (Kubu Raya). Tentu ini menjadi bahan rapat komisi dalam pembahasan untuk tahun yang akan datang,” kata Muda Mahendrawan.

Berkaitan pembangunan infrastruktur, Bupati menilai setiap daerah pasti membutuhkan. Namun karena Kubu Raya merupakan kabupaten penyangga Ibu Kota Provinsi, infrastruktur menjadi hal yang sangat penting.

“Seperti air bersih yang baru terpenuhi 17 persen. Ini kan sangat luar biasa. Padahal daerah ini dekat kota,” ujar Muda.

Pada kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan keterangan faktual dan bisa dipertanggungjawabkan. Pembangunan Jembatan Kapuas III bukan hanya kepentingan Kubu Raya, tapi kepentingan Kalimantan Barat.

“Ini bukan untuk kepentingan Kubu Raya saja, tapi kepentingan bersama. Ketika Jembatan Kapuas II ditutup selama 6 jam, sudah macet luar biasa. Untuk itu, pembangunan Jembatan Kapuas III harus cepat,” kata Bupati.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: