Ahok Resmi Ditunjuk Komisaris Utama Pertamina

  • Bagikan
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. (Foto: instagram @basukibtp).

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Ahok nantinya akan didampingi Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama. “Insyallah, saya rasa sudah putus dari beliau (Presiden Joko Widodo), Pak Basuki akan menjadi Komut Pertamina,” kata Erick saat dijumpai di Istana Kepresidenan, Jumat (22/11/19).

Pemerintah juga menunjuk Emma Sri Martini yang merupakan Dirut Telkomsel menjadi Direktur Keuangan baru PT Pertamina.

Ahok menggantikan Tanri Abeng yang menduduki kursi Komisaris Utama PT Pertamina sejak tahun 2015.

Erick berharap Ahok menjadi pendobrak di Pertamina untuk mencapai target yang ditentukan. Ahok mulai efektif bekerja sebagai Komut Pertamina pada Senin (25/11).

“Bagaimana mengurangi impor migas, kita perlu figur pendobrak supaya sesuai target,” kata Erick Thohir seperti dikutip cnbcindonesia.com.

Erick juga menunjuk Pahala Mansury sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), dan Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN menggantikan Asmawi Syam.

Alasan Presiden Joko Widodo memilih Ahok sebagai Komisaris Utama karena  Pertamina memiliki tugas berat. Misalnya mengurangi impor minyak dan gas. “Bukan berarti anti impor, tapi mengurangi proses refinery ini sangat berat. Saya perlu team work yang besar, tidak hanya dirut saja. Harus bagi tugas semua,” kata Erick.

“Karena itu kemarin kita mau orang yang pendobrak. Bukan marah-marah. Saya rasa Pak Basuki berbeda, Pak Ahok berbeda. Jadi kita perlu figur pendobrak supaya sesuai target. Toh beliau komisaris utama, kan direksinya yang day to day.”

Dalam waktu dekat Menteri BUMN akan mengundang direktur utama dan komisaris utama dari 30 BUMN. Inti dari pertemuan adalah Erick menginginkan soliditas di dalam perusahaan pelat merah.

“Saya enggak mau ada drama-drama di dalam perusahaan. Komut menjelekan dirut, dirut menjelekkan komut. Saya gak mau. Kita rapat bersama. Kalau ada perbedaan, ayo kita duduk karena tidak mungkin direksi berjalan tanpa dukungan komisaris. Komisaris bukan direksi,” kata Erick.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: