banner 468x60

Kampung Tua Dayak Bidayuh Terpopuler di Indonesia

  • Bagikan
Kampung Bung Kupuak menerima penghargaan kampung adat terpopuler di Indonesia. (Foto: jagoibabang.files.wordpress.com).

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Bung Kupuak yang merupakan daerah perkampungan tua Dayak Bidayuh di Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi kampung adat terpopuler di Indonesia.

Penghargaan itu dianugerahkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Anugerah Pesona Indonesia tersebut memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat Bengkayang untuk terus memaksimalkan potensi daerah.

“Kita bersyukur Bung Kapuak diberi penghargaan menjadi kampung adat terpopuler di Indonesia. Terima kasih kepada bupati nonaktif atas dukunganya. Kemudian Plt Bupati Bengkayang berkenan hadir langsung menerima Piala Anugerah Pesona Indonesia di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Bengkayang, Made Putra Negara di Bengkayang, Sabtu (23/11/19).

Ini juga tidak lepas dari peran masyarakat Jagoibabang yang yang sudah berpartisipasi memopulerkan Bung Kupuak menjadi yang terbaik. Kini kawasan Bung Kupuak terus berbenah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Pembangunan Bung Kupuak memang sudah memiliki perencanaan yang baik, ada ‘masterplan’ dan ada detail engineering design (DED),” kata Made Putra Negara seperti dikutip antaranews.com.

Dia menyebut Bung Kupuak sebenarnya adalah perkampungan tua Dayak Bidayuh yang saat ini sudah pindah ke Kota Kecamatan Jagoibabang. Mereka meninggalkan perkampungan lama karena merasa hidup lebih mudah jika dekat jalan utama dan perbatasan.

“Tetapi perkampungan lama Bung Kupuak tidak mereka tinggalkan begitu saja, setiap tahun mereka melakukan ritual adat bersama di tempat tersebut,” katanya.

Ritual adat yang dilakukan berupa permohonan kepada leluhur agar diberikan limpahan rejeki dan ucapan terima kasih atas panen serta limpahan rejeki yang mereka terima.

“Kegiatan ritual adat ini mereka sebut Gawia Sowa. Setiap gawai seluruh Dayak Bidayuh akan hadir, termasuk Dayak Bidayuh dari Serawak, Malaysia,” kata Made Putra.

Ke depan Dinas Pariwisata akan menata tempat parkir dan homestay. Kemudian memperbaiki tata kelola destinasi tersebut agar bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Kita akan mengembangkan kegiatan perbatasan dan mengembangkan pusat oleh-oleh dan pusat kuliner . Intinya kita mengembangkan Desa Wisata Jagoiiabang untuk menggerakkan pembangunan wisata desa oleh masyarakat, untuk masyarakat.”

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: