43 ASN Ikut Seleksi Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Kubu Raya

  • Bagikan
Seleksi pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. (Foto: insidepontianak.com).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Sebanyak 43 pejabat berkompetisi dalam seleksi terbuka untuk mengisi 8 posisi pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Seleksi diadakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kubu Raya di Hotel Dangau, Kamis (28/11/19). Kegiatan dibuka Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam.

Dalam sambutannya Yusran menyatakan komitmen penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara (ASN) berbasis sistem merit tercantum dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan.

“Pengaturan manajemen PNS melalui peraturan pemerintah ini bertujuan untuk menghasilkan aparatur sipil yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, dan praktik KKN,” kata Yusran.

Menurut Yusran, pembinaan kepegawaian di Kabupaten Kubu Raya sudah mengacu pada peraturan pemerintah tentang manajemen PNS tersebut. Dia menyebut bupati berwenang mengangkat, memindah, dan memberhentikan ASN sesuai ketentuan UU.

Namun demikian, hal tersebut tetap melalui pertimbangan yang berdasarkan pada objektivitas dan pofesionalisme. “Tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, dan golongan,” ujar Yusran.

Meski bupati memiliki hak prerogatif untuk proses pembinaan manajemen ASN, pertimbangan kriteria tetap dikedepankan sejalan dengan tim penilai kinerja kepegawaian.

“Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan dalam pembinaan manajemen dan karier PNS sepenuhnya mengacu pada peraturan perundang-undangan.”

Pejabat yang mengikuti tahapan seleksi penulisan makalah ini telah dinyatakan lolos syarat administrasi.

“Seleksi akan menghasilkan rekomendasi terhadap 3 calon pejabat tinggi pratama untuk masing-masing jabatan yang dilamar. Kemudian akan dikonsultasikan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai bagian dari proses dan mekanisme berlaku,” kata Yusran.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: