banner 468x60

Peternak Buang Bangkai Babi ke Sungai, Hog Cholera Meluas ke Simalungun

  • Bagikan
Bangkai babi yang diduga terjangkit virus hog cholera banyak ditemukan di sungai. (Foto: inews.com).

SIMALUNGUN, insidepontianak.com – Virus kolera mulai menyerang ternak babi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seekor babi ditemukan mati di Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, 28 November 2019 yang diduga kuat terjangkit virus hog cholera.

Pemkab Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Camat Siantar, dan Polsek Bangun menuju ke lokasi dan memeriksa kebersihan peternakan babi.

Kabid Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Simalungun, Posman Tobing mengatakan kolera babi ditandai demam tinggi dan selera makan berkurang. Disusul kejang serta pendarahan pada kulit serta organ dalam babi.

“Jika ditemukan babi mati, lakukan pencegahan. Kubur babi dan bersihkan kadang dengan menyemprot disinfektan yang diduga terjangkit hog cholera,” kata Posman yang diberitakan tagar.id, Jumat (29/11/19).

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Edwin Toni Simanjuntak, di lokasi ditemukan 5 babi yang diduga tertular virus hog cholera. Dia meminta masyarakat tidak perlu panik dan khawatir.

Hog cholera tidak menginfeksi manusia dan tidak berbahaya jika dagingnya dikonsumsi. Aman, tidak bahaya bagi manusia,” ujar Edwin.

Virus kolera babi merebak di Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan selama seminggu terakhir. Kasus ini makin pelik karena banyak peternak memilih membuang babi yang mati ke sungai atau pinggir jalan sehingga dikhawatirkan memperluas area penularan.

Pada 25 November lalu, Tim Pegasus Polsek Patumbak meringkus 2 orang yang hendak membuang bangkai babi di Jalan Pertahanan Dusun V, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Biliater Pangaribuan (67 tahun) dan Herberth Siregar (28 tahun) mengaku sudah dua kali membuang bangkai babi yang diduga mati karena terjangkit hog cholera. Keduanya warga Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Deliserdang.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi mengatakan keduanya ditangkap atas informasi masyarakat. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui telah dua kali membuang bangkai babi ke Sungai Asahan.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti satu unit becak motor yang digunakan mengangkut bangkai babi.

Ginanjar mengimbau masyarakat tidak membuang bangkai babi ke sungai atau ke jalan. “Jika ada masyarakat yang melihat, segera melaporkan ke polisi dan kita akan menguburnya.”

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: