Bupati Sintang: MTQ Sarat Nilai Pembangunan Daerah

MTQ ke-XXIV Kabupaten Sintang dibuka oleh Bupati Jarot Winarno di bekas Lapangan Terbang Susilo, Sintang, Senin (2/12/19) malam. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Meskipun diguyur hujan, pembukaan Musabaqah Tilawah Tilqur’an (MTQ) ke-XXIV Kabupaten Sintang tahun 2019 berlangsung meriah.

Sebanyak 14 kecamatan ikut serta pada MTQ Sintang kali ini. Acara juga dimeriahkan lantunan Al Qur’an oleh qori asal Sumatera Utara, H Darwin Hasibuan dan hiburan lagu-lagu religi oleh grup Nasyid Snada.

Muat Lebih

MTQ ke-XXIV Kabupaten Sintang dibuka oleh Bupati Jarot Winarno di bekas Lapangan Terbang Susilo, Sintang, Senin (2/12/19) malam. Turut hadir pada pembukaan MTQ, Sekda Sintang, Yosepha Hasnah, Ketua MUI Kabupaten Sintang, ormas-ormas Islam dan tamu undangan.

“Kita harus bersyukur, hujan yang turun pada malam hari ini merupakan berkah dari Allah. Meskipun hujan, masyarakatdan para kafilah tetap antusias menyaksikan acara pada malam hari ini,” kata Jarot Winarno.

Penyelenggaraan MTQ memiliki 4 modal besar untuk mendukung pembangunan daerah. Yang pertama modal moralitas. MTQ memiliki nilai kebaikan dan kebenaran yang bersumber dari Al Qur’an, sehingga terwujud masyarakat yang religius.

“Kedua, modal sosial. Bahwa MTQ ini menjadi ajang merawat nilai-nilai kerukunan, persaudaraan, dan kehangatan sosial dalam bingkai kebangsaan,” ujar Bupati.

Modal yang ketiga adalah kultural. Forum MTQ menampilkan berbagai seni keagamaan yang indah, sekaligus menggugah. Pertunjukan seni itu dikemas dalam ajang lomba yang menarik.

“Jati diri MTQ adalah kekuatan pluralisme agama dengan menonjolkan sisi keindahan. Kehadiran MTQ penting dan patut kita syukuri. Empat modal besar itu harus kita gali dan manfaatkan.”

Ketua Umum Pelaksana MTQ ke-XXIV Kabupaten Sintang, Joni Nurhaili mengatakan kegiatan ini dilaksanakan 2-6 Desember 2019.

“Kami juga menjaring bibit-bibit potensial untuk dipersiapkan dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Kalbar tahun 2020 di Kabupaten Sekadau.”

Terdapat 5 jenis lomba yaitu tilawah Al Qur’an, hifzhil Al Qur’an, syahril Al Qur’an, Fahmil Al Qur’an, dan khath Al Qur’an. “Peserta MTQ 600 orang terdiri dari 450 peserta dan 140 orang official dan pendamping,” ujar Joni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *