Pemanfaatan Teknologi untuk Ringankan Tugas ASN dan Birokrasi

Presiden menegaskan bahwa pemanfaatan sistem kecerdasan buatan untuk menunjang kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh para ASN. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Perampingan eselon III dan IV di kementerian terus dimatangkan. Memangkas rentang pengambil keputusan sehingga pemerintahan dapat leluasa bergerak cepat.

“Kita butuh kecepatan dalam memutuskan. Kita butuh kecepatan dalam bertindak di lapangan karena perubahan-perubahan sekarang ini begitu cepat,” kata Presiden di Istana Merdeka, Senin (2/12/19).

Muat Lebih

Seiring perampingan birokrasi, Presiden berharap diimplementasikan juga pemanfaatan sistem kecerdasan buatan yang dapat mendukung sekaligus mempercepat kerja pemerintah dan para ASN.

Presiden menegaskan bahwa pemanfaatan sistem kecerdasan buatan untuk menunjang kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh para ASN. Pekerjaan yang bersifat teknis administrasi dan pengolahan data yang selama ini dilakukan manual, diharapkan beralih memanfaatkan teknologi.

“Sekarang ada AI (artificial intelligence) yang bisa membantu kita dalam hal yang bersifat teknis administrasi. Bisa juga mengerjakan hal berkaitan dengan akumulasi dan pengolahan data. Jadi ini yang mau kita kerjakan.”

Tantangan dan tugas-tugas ke depan yang semakin berat memerlukan kecakapan, kecepatan, dan alat bantu pelayanan untuk meringankan tugas-tugas tersebut.

Harapan Besar Presiden pada Staf Khusus

Selain mendorong percepatan pelayanan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi, Presiden juga memberi ruang kepada anak-anak muda untuk lebih terlibat dalam pemerintahan.

Presiden Joko Widodo meminta kepada publik untuk memberikan dukungan, waktu, dan ruang kepada para staf khusus yang berusia muda untuk berproses dan menunjukkan kemampuan.

Presiden optimistis ketujuh staf khusus dari kalangan milenial tersebut nantinya dapat menelurkan gagasan dan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Beri ruang selebar-lebarnya pada anak-anak kita ini untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik, untuk berinteraksi dengan masyarakat, untuk melihat negara ini lebih luas dan betapa beragamnya sehingga mereka nanti akan terinspirasi dan muncul ide serta gagasan inovasi yang baik,” ujar Presiden.

Presiden menaruh harapan besar kepada para staf khususnya untuk memberi masukan-masukan segar terkait program dan kebijakan pemerintah. Presiden memulai penugasan para staf khusus untuk turut memberi konsep implementasi program kartu prakerja yang akan segera diluncurkan.

“Kemarin sudah saya sampaikan ke mereka, coba kartu prakerja nanti dikonsep untuk dilaksanakan seperti apa agar gampang dikontrol dan mudah dilaksanakan.”

Presiden juga mulai mengikutsertakan beberapa staf khusus untuk turun ke lapangan seperti saat kunjungan ke Subang, Jawa Barat. Dalam kunjungan itu, Joko Widodo mengajak Putri Indahsari Tanjung dan Andi Taufan Garuda Putra untuk menyaksikan implementasi beberapa program pemerintah, salah satunya program Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Yang berkaitan dengan nasabah-nasabah Mekaar yang produknya macam-macam sekali, saya tugaskan ke mereka (staf khusus) bagaimana itu kemasannya bisa diperbaiki. Labelling diperbaiki. Merek diperbaiki, kemudian dibuatkan marketplace yang baik.”

Para staf khusus juga diminta membantu meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia. Mereka diharapkan dapat memberikan pemikiran di “luar kotak” sekaligus merumuskan inovasi pada sistem pendidikan hingga bisa menjangkau daerah pelosok.

“Kadang yang kita pikirkan dengan yang yang dipikirkan para staf khusus yang muda-muda ini sangat berbeda. Wilayah kita yang begitu besar, dengan memakai inovasi teknologi ini akan mempermudah,” kata Presiden.

“Saya kira nanti akan muncul inovasi-inovasi yang sangat bagus dari para staf khusus. Menurut saya mereka ini bukan orang biasa.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *