Bupati Kubu Raya: Tanamkan Pola Pikir Hidup Sehat di Sekolah

SD Negeri 9 Sungai Raya, mewakili Kabupaten Kubu Raya pada Lomba Sekolah Sehat (LSS). (Foto: Humpro Pemkab Kubu Raya).
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – SD Negeri 9 Sungai Raya, mewakili Kabupaten Kubu Raya pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019.

Ketua tim penilai Lomba Sekolah Sehat, Sumadyo mengatakan secara umum telah banyak perbaikan yang dilakukan sekolah peserta lomba. Termasuk di SD Negeri 9 Sungai Raya.

Muat Lebih

Penentuan pemenang berdasarkan komposisi penilaian. Sebanyak 60 persen bobot penilaian berdasarkan situasi sekolah, sedangkan sisanya dinilai berdasarkan kinerja tim penggerak usaha kesehatan sekolah di kecamatan dan kabupaten.

“Artinya jika sekolah sudah berbuat maksimal tapi tidak didukung kerja sama dari TP UKS kecamatan dan kabupaten, dipastikan nilainya tidak akan maksimal,” kata Sumadyo.

Tim juri juga menilai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya kesehatan sekolah. Sehingga ketika dipilih sebagai juara mewakili Kalimantan Barat, penilaian tersebut dapat dipertanggungjawaban kepada tim verifikasi pusat.

“Kami bersyukur Bupati Kubu Raya bisa hadir. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bersama bagi kabupaten, tim penilai, dan sekolah,” ucapnya.

Penilaian sekolah sehat dilakukan oleh tim lintas sektor dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, Biro Kesra Kantor Gubernur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Kelompok Kerja IV Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar.

“Untuk pemenang akan dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan. Mulai tingkat TK/RA hingga SMA/SMK/MA,” kata Sumadyo.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyebut sekolah sebagai potret daerah sekaligus kemajuan bangsa. Substansi kepemimpinan daerah adalah menyiapkan generasi penerus melalui sekolah.

“Kita melihat sehat ini bukan hanya soal fisik. Namun sehat dalam konteks menyeluruh,” kata Bupati. “Termasuk cara pikir hidup sehat. Jadi kita melihatnya secara luas. Tidak hanya hal-hal yang formalistik melainkan substansi.”
Bupati berharap SD Negeri 9 Sungai Raya dapat menularkan perspektif sekolah sehat kepada sekolah-sekolah lainnya. “Kalau hanya sendiri itu bukan sukses. Yang lebih penting adalah dampak kepada lingkungan, bukan hanya formalitas. Bagaimana dampak dari apa yang sudah dicapai saat ini bisa ditularkan kemana-mana.”

Kepala Sekolah SD Negeri 9 Sungai Raya, Sri Priyantinah Listiyanti, mengapresiasi perhatian penuh Pemkab Kubu Raya. Dia mengaku mendapat banyak bantuan dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah dan organisasi  terkait.

“Mengapa banyak dinas terkait? Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah tapi juga tanggung jawab ‘Tri Pusat Pendidikan’, yaitu pemerintah, masyarakat, dan lembaga-lembaga terkait termasuk sekolah itu sendiri,” kata Listiyanti.

SD Negeri 9 Sungai Raya memiliki 3 program unggulan yaitu pemanfaatan limbah dan barang bekas, partisipasi penanggulangan stunting, dan pemanfaatan tanaman obat.

“Kami bekerja sama dengan paguyuban ibu-ibu dan dinas-dinas terkait termasuk puskesmas. Di sekolah kami menjalankan program UKS dengan memberdayakan guru pembimbing UKS serta siswa-siswi dari program dokter kecil dan beberapa duta anak,” ujar Listiyanti.

Listiyanti berharap sekolahnya dapat meraih predikat sekolah sehat tingkat Kalimantan Barat. Dengan begitu, akan melengkapi prestasi SDN 9 sebagai Sekolah Adiwiyata Kalimantan Barat 2019 yang telah terlebih dahulu diraih. (Rio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *