Bupati Kubu Raya: BOS Daerah Menunjang Program Pendidikan

BOS Daerah Kubu Raya terdiri dari bantuan seragam sekolah untuk kelas I SD dan kelas VII SMP. (Foto: Humpro Pemkab Kubu Raya).
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan sosialisasi Peraturan Bupati tentang Biaya Pendidikan Melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Lugito mengatakan BOSDa terdiri dari bantuan seragam sekolah untuk kelas I SD dan kelas VII SMP.

Muat Lebih

Selain itu ada juga BOSDa nonfisik untuk menunjang program dan kegiatan yang tidak bisa dibiayai oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Atau untuk program yang seharusnya dibiayai BOS namun anggaran tidak mencukupi.

“Kemudian ada pula BOSDa insentif untuk guru tidak tetap (GTT) yang mengajar di SD dan SMP negeri,” kata Lugito saat sosialisasi Perbup Kubu Raya Nomor 77 tahun 2019 di Hotel Gardenia, Kubu Raya, Rabu (4/12/19).

Selain Perbup tentang BOSDa, Dinas Pendidikan Kubu Raya juga menerbitkan SK petunjuk teknis pelaksanaan program dan kegiatan BOSDa pada satuan pendidikan negeri. Dia berharap para kepala sekolah dapat menindaklanjuti sosialiasi pemberian bantuan sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik.

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, BOSDA bertujuan meringankan beban orang tua terutama saat anak-anak awal masuk sekolah. Sekaligus merangsang anak didik untuk bersemangat mengenyam pendidikan.

“Kami ingin regulasi ini memberikan efek yang cukup luas terhadap siswa. Kami ingin memulai melalui data yang baik,” kata Bupati.

Muda mengatakan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah nonseragam bermaksud memperbaiki data BOS yang dikompensasi dengan kemampuan daerah.

“Ini bukan eksklusif. Ini sifatnya terbuka dan untuk kepentingan Kabupaten Kubu Raya secara luas,” ucapnya.

Bupati menilai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta semua kepala sekolah telah mengawal dengan baik program BOSDa. “Tahun 2019 selain BOSDa nonseragam, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga mengalokasikan bantuan nonfisik. Hal itu akan memotivasi kepala sekolah untuk berkreasi dan mengelola bantuan lebih fleksibel.” (jek)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *