Presiden Perintahkan Pembenahan Pengelolaan Cadangan Beras

- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas pengelolaan cadangan beras pemerintah. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas pengelolaan cadangan beras pemerintah. Manajemen logistik harus segara dibenahi.

Presiden menekankan agar pemerintah benar-benar memiliki data ketersediaan produksi beras dalam negeri yang akurat dan terkonsolidasi. Data tersebut di antaranya seperti luas bahan baku lahan sawah hingga data riil produksi beras.

Muat Lebih

“Sehingga kita betul-betul memiliki pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan. Tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan yang akan kita lakukan,” kata Presiden, Rabu (4/12/19).

Selain membahas data ketersediaan beras, Presiden juga menyinggung manajemen logistik dan rantai pasok beras nasional. Produksi beras di setiap daerah tidak merata.

Ada daerah yang mampu memenuhi kebutuhan berasnya sendiri dan memasok ke luar daerahnya, namun terdapat pula daerah-daerah yang membutuhkan pasokan beras dari luar wilayah.

Terkait hal tersebut, Presiden mengatakan aspek ketersediaan komoditas beras menjadi sangat penting. Demikian pula dengan keterjangkauan terhadap pasokan beras ke masing-masing daerah di Indonesia.

“Saya melihat kuncinya adalah efisiensi dan keandalan dalam manajemen logistik kita,” ujar Presiden.

Joko Widodo juga meminta agar manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah dapat segera dibenahi. Sehingga penumpukan stok beras yang tidak tersalurkan dapat ditangani sejak jauh hari.

Penumpukan stok-stok beras yang tidak tersalurkan tersebut selain meningkatkan biaya perawatan juga berpotensi menurunkan mutu beras.

“Saya minta regulasi dan manajemennya segera diselesaikan dan dibereskan. Dibuat pola-pola baru sehingga tidak justru menjadi beban bagi Bulog.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *