Presiden Titip Penyebaran Pancasila ke “Sobat Ambyar”

Presiden menjelaskan, agar Pancasila bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda, pemerintah harus memahami karakteristik anak-anak muda sekarang. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Presiden Joko Widodo memberikan presidential lecture tentang internalisasi dan pembumian Pancasila di Istana Negara, Selasa (3/12/19).

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kepemimpinan di setiap kementerian, lembaga, hingga negara untuk memegang teguh ideologi Pancasila. “Tidak mungkin negara sebesar Indonesia ini bisa kokoh bersatu seperti ini kalau ideologinya berbeda-beda, mau ke mana kita?” kata Presiden.

Muat Lebih

Presiden mengajak semua pihak menampakkan rasa ideologi Pancasila dalam produk kebijakan, regulasi, hingga perundangan. Sebagai contoh, Presiden menyebutkan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, hingga BBM satu harga.

“Saya berikan contoh urusan yang misalnya berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, PKH, itu ada ideologinya? Tanya ke saya saja, ada. Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? Perikemanusiaan ada di situ,” jelasnya.

“BBM satu harga ada ideloginya di situ? Ada, saya pastikan ada. Keadilan sosial ada di situ. Infrastruktur, jangan dilihat tidak ada ideologinya. Orang hanya melihat urusan ekonominya, tidak. Ini adalah mempersatukan, di situ ada persatuannya.”

Namun yang lebih penting saat ini kata Presiden, adalah membumikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Terutama kepada anak-anak muda. Dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini, 48 persennya atau 129 juta adalah generasi muda.

”Anak-anak muda kita yang mau kita kejar ini. Karena ke depan, 129 juta anak-anak muda, itu hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, enggak ngerti masalah Pancasila, berbahaya negara ini.”

Presiden menjelaskan, agar Pancasila bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda, pemerintah harus memahami karakteristik anak-anak muda sekarang. Mulai dari medium komunikasi yang digunakan, tokoh yang mereka ikuti, hingga hal yang menjadi kesukaan anak-anak muda.

“Hati-hati di sini, ini zaman sudah berubah. Hati-hati. Sebab itu, BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) juga harus melihat secara detail ini agar penyebarannya lebih cepat lagi, lebih kuat lagi,” ujar Joko Widodo.

Presiden menyebut media komunikasi anak-anak muda sekarang sangat beragam, mulai dari aplikasi WhatsApp, Telegram, Line, hingga Kakao Talk. Selain itu, layanan video seperti YouTube, Netflix, hingga Iflix dan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, hingga Snapchat juga kerap digunakan anak-anak muda.

“Ideologi Pancasila harus kita sebarkan. Kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini, kalau kita tidak ingin keduluan oleh ideologi lain yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut. Hati-hati,” jelasnya.

Selain memahami medium yang tepat, Presiden juga menggarisbawahi soal hal yang disukai oleh anak-anak muda. Berdasarkan data survei yang diterima Presiden, ada 3 hal yang sangat disukai anak-anak muda, yaitu olahraga, musik, dan film.

“Kita nebeng Didi Kempot enggak apa-apa. Titip sama sad boy dan sad girl enggak apa-apa, di ‘Sobat Ambyar’ enggak apa-apa. Titipkan satu lirik di ‘Pamer Bojo’ enggak apa-apa. Ini media-media memang disukai anak-anak muda kita. Musik itu nomor 2 setelah olahraga.”

Presiden mengimbau jajarannya mampu melihat potensi-potensi untuk membumikan Pancasila kepada generasi muda. Menurut dia, saat ini content creator, Youtubers, selebgram, vlogger, dan selebtwit merupakan pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam penyebaran informasi.

“Hati-hati ini paling cepat lewat mereka-mereka ini. Media-media inilah yang akan mempercepat dalam kita membumikan Pancasila.”

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *