banner 468x60

Munas Golkar Tetapkan Jabatan Waketum pada Kepengurusan

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua Panitia Melchias Marcus Mekeng (kiri) membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Agenda munas ini digelar untuk menentukan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz.

JAKARTA, insidepontianak.com – Ada kebijakan baru dalam kepengurusan Partai Golkar periode 2019-2024. Musyawarah Nasional Golkar yang digelar Kamis (5/12/19) memastikan dalam struktur kepengurusan ada jabatan wakil ketua umum.

Hal itu dipastikan Ketua DPP Golkar demisioner, Azis Syamsuddin. Menurut Azis, jabatan wakil ketua umum telah diatur dalam AD/ART Golkar. “Ada, memang ada (jabatan wakil ketua umum),” kata Azis dalam Munas Golkar yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, seperti dimuat kompas.com.

Ketua Panitia Munas Golkar, Melchias Markus Mekeng mengatakan, jabatan wakil ketua umum minimal dijabat oleh dua orang, bisa juga lebih. Jumlah itu kata Mekeng tergantung kebutuhan.

Menurut Mekeng, jabatan wakil ketua umum bukan kali pertama muncul di Partai Golkar. Jabatan serupa pernah ada, dengan nama ketua koordinator bidang.

“Itu cuma nama saja. Ketua koordinator bidang kan sama seperti wakil ketua umum,” ujarnya.

Sebelum membentuk struktur kepengurusan, Munas Golkar secara aklamasi menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar periode 2019-2024.

Aklamasi itu terjadi setelah pada forum Munas, Rabu (4/12/19), sebanyak 558 pemilik suara, menerima laporan pertanggungjawaban dan mendukung penuh Airlangga menjadi Ketua Umum Golkar.

Setelah melihat hasil tersebut, pimpinan sidang Azis Syamsuddin menawarkan ke forum untuk menetapkan langsung Airlangga sebagai Ketua Umum terpilih yang langsung disepakati para peserta.

 

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: