banner 468x60

OJK Kalbar Awasi Dugaan Skimming Nasabah BRI Potianak

  • Bagikan

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dino, nasabah BRI di Pontianak, Kalimantan Barat, diduga menjadi korban pembobolan data atau skimming ATM, Rabu (4/12/19). Uang tabungannya sebesar Rp2 juta tiba-tiba raib.

“Saya mengetahui uang di tabungan sebesar Rp2 juta hilang sekitar pukul 10.25 WIB. Ada SMS banking masuk ke headphone ada penarikan dua kali. Yang pertama Rp1 juta dan yang kedua Rp1 juta jadi jumlahnya Rp2 juta. Padahal saya tidak ada melakukan transaksi penarikan,” kata Dino seperti dilaporkan VIVAnews.

Dino kemudian melaporkan masalah ini ke petugas customer service BRI. Pihak bank berjanji akan mengembalikan uang nasabah, setelah 15 hari kerja memroses pengaduan tersebut.

“Saya menyayangkan sistem BRI tidak aman. Padahal BRI merupakan bank pelat merah. Uang ini akan saya gunakan untuk membayar kuliah malah hilang,” ujar Dino.

Aldi Pratama, Manager Operasional BRI Kalimantan Barat ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan belum bersedia memberikan klarifikasi. “Maaf saya belum bisa memberikan klarifikasi terkait adanya uang nasabah yang diduga dijebol,” ujarnya.

Kasus indikasi skimming pada tabungan nasabah BRI di Kota Pontianak dibenarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar.

Kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo mengatakan sejauh ini berdasarkan laporan BRI ada 2 nasabah yang terindikasi menjadi korban skimming.

“Sejauh ini, berdasarkan informasi dari Kantor Pusat BRI bahwa saat ini dugaan skimming baru terjadi di Pontianak,” kata Riezky dikutip dari tribunnews.com.

Dia mengimbau masyarakat berhati-hati saat bertransaksi melalui ATM. “Harus dijaga PIN dan jangan sampai diberitahukan pada orang lain atau dipinjamkan kartu ATM-nya.”

Menurut Riezky, tahapan penanganan kasus skimming adalah pihak bank langsung memblokir kartu ATM dan membuat yang baru. Kemudian akan diteliti maksimal 20 hari kerja apakah terjadi skimming atau transaksi di luar yang dilakukan nasabah.

Apabila terbukti skimming, pihak bank akan mengganti atau mentransfer kembali uang ke rekening nasabah. “Masyarakat jangan ceroboh meminjamkan ATM, memberitahukan PIN, serta mewaspadai terhadap orang-orang yang ada di sekitar saat menggunakan ATM.”

Riezky meminta nasabah yang merasa menjadi korban skimming langsung mendatangi bank untuk melaporkan kejadian.

Pada tahun 2016 kasus skimming juga pernah terjadi terhadap nasabah BRI Pontianak. Tercatat 53 nasabah BRI di Pontianak menjadi korban pembobolan rekening melalui skimming di mesin ATM.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Adapun modus yang digunakan oleh pelaku kejahatan perbankan dengan teknik skimming antara lain memasang wifi pocket router disertai kamera yang telah dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin-mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah.

Melalui alat tersebut, para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengloningnya ke kartu ATM kosong.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: