Spirit Dakwah-NU Care Buka Taman Belajar Qur’an untuk Disabilitas

  • Bagikan
Yayasan Spirit Dakwah Indonesia bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU Yogyakarta dan GP Ansor Gamping mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur'an Luar Biasa (TPQLB). (Foto: nu.or.id).

SLEMAN, insidepontianak.com – Yayasan Spirit Dakwah Indonesia bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU Yogyakarta dan GP Ansor Gamping mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an Luar Biasa (TPQLB).

“Sesuai rencana TPQLB khusus untuk anak disabilitas ini akan diluncurkan pada Ahad tanggal 15 Desember 2019 di SLBN 1 Yogyakarta,” kata Ketua PAC Ansor Gamping, Mochammad Sinung Restendy, Minggu (8/12/19).

Mulai tahun 2013 TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia mulai mengembangkan diri di Yogyakarta. Sebelumnya, yayasan ini banyak bergerak di Tulungagung, Jawa Timur.

“TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia merupakan wadah bagi anak disabilitas di sekitar Yogyakarta untuk belajar ngaji Al-Qur’an juga praktik ibadah. TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia tidak memungut biaya,” ujar Sinung kepada NU Online.

TPQ Luar Biasa ini juga membuka kesadaran bahwa belajar agama merupakan kebutuhan dan kewajiban semua orang. Saat ini, ada 6 guru yang siap mengajar 20 murid difabel.

Dia berharap kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an Luar Biasa (TPQLB) didukung pemerintah maupun masyarakat. Jika lembaga pendidikan ini berkembang, semakin banyak kebutuhan guru untuk membantu mengajar.

“Kami menerima semua kategori keterbatasan anak asalkan mau belajar ngaji,” tutur Ketua TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia, Adin Novitasari.

Kegiatan TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia hanya dilaksanakan setiap hari minggu. Jadwal belajar hari minggu pertama dan kedua setiap bulannya adalah mengaji dan menulis Al-Qur’an.

Hari minggu ketiga praktik ibadah yang diselingi belajar menggambar kaligrafi. Sedangkan minggu keempat diadakan shalawat dan dzikir bersama guru, orang tua, anak, dan masyarakat sekitar.

Meski bertempat di SLBN 1 Yogyakarta, TPQLB SPIDI juga melakukan upaya kerjasama dengan beberapa SLB swasta dan negeri di Yogyakarta. Termasuk beberapa sekolah inklusi seperti SDN Demak Ijo 2 dan SDN Balecatur 1.

Diharapakan TPQLB SPIDI bisa dirasakan manfaatnya untuk semua anak disabilitas di Yogyakarta dengan terus membangun sinergi bersama dengan masyarakat, lembaga, dan komunitas yang ingin membangun kesejahteraan, pendidikan, dan kemandirian disabilitas Indonesia.

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: