Asisten III Sekda Sintang: Masih Ada Pelanggaran HAM Kaum Minoritas

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Sintang, Zulkarnaen mewakili membuka seminar regional memperingati Hari Hak Asasi Manusia se-Dunia. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Sintang, Zulkarnaen membuka seminar regional memperingati Hari Hak Asasi Manusia se-Dunia yang dilaksanakan di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Selasa (10/12/19).

Zulkarnaen mengatakan masih banyak masalah HAM yang harus diselesaikan di Indonesia. Dia menyebut kasus pelanggaran HAM masa lalu, konflik agrarian, serta penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan kelompok minoritas masih perlu dibenahi.

“Diperlukan keberanian untuk melakukan rekonsiliasi atau mencari terobosan penyelesaian melalui jalur-jalur yudisial maupun nonyudisual,” kata Zulkarnaen.

Terkait konflik agraria, solusinya adalah membenahi ha katas tanah yang tumpang tindih dan menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat adat. Seminar ini diharapkan membuka kesadaran masyarakat mengenai hak asasi manusia.

“Mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas merupakan salah satu visi kami sebagai pemimpin Sintang saat ini. Jjuga mewujudkan masyarakat yang sehat, maju, religius, dan sejahtera,” kata Zulkarnaen.

Ketua penyelenggara, Rhosul Taufik mengatakan seminar regional memperingati Hari HAM mengangkat tema pemenuhan hak bagi masyarakat kurang mampu.

Kegiatan ini bekerjasama dengan perguruan tinggi serta ormas di Kabupaten Sintang. “Kami bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Kapuas, STAIMA Sintang, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia, serta Lembaga Bantuan Hukum Cempaka ICMI Sintang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *