Layanan Publik Pontianak Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak dan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie meraih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK). (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak dan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie meraih Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Penghargaan itu diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo kepada Kepala DPMTK-PTSP Kota Pontianak, Junaidi dan Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr Johnson di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (10/12/19).

Muat Lebih

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan penghargaan ini menunjukan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serius memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Saya mendorong untuk dinas lainnya segera menyusul memberikan pelayanan prima, bersih, mudah, akuntabel, cepat, dan ikhlas dalam melayani masyarakat,” kata Edi.

Walikota meminta masyarakat juga berperan aktif mendorong dan mendukung terwujudnya zona integritas di Kota Pontianak. “Masyarakat mesti lapor kalau ada hal yang menghambat dalam mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Menurut Direktur RSUD Sultan Syarif Alkadrie, dr Johnson pihaknya juga telah menerima beberapa penghargaan lainnya tahun ini. Yaitu penghargaan “Pelayanan Publik Of The Year”, “Top 99”, “Penghargaan Akreditasi Paripurna” dari komisi Akreditasi Rumah Sakit dan “Role Model Pelayanan Publik”.

“Ternyata kami diapresasi bahwa layak mendapat penghargaan sebagai wilayah bebas korupsi. Kami berusaha untuk mempermudah birokrasi dalam pelayanan menjadi  lebih efisien dan transparan dalam melayani,” kata Johnson.

RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie saat ini memiliki 28 dokter spesialis. Rata-rata jumlah kunjungan 300-500 pasien rawat jalan dan 1.000 pasien rawat inap setiap bulan.

“Kami berupaya meningkatkan kualitas pelayanan setiap hari semakin lebih baik. Harapan kami pelayanan yang dilakukan rumah sakit bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak.”

Kepala DPMTK-PTSP Kota Pontianak, Junaidi mengatakan, pelayanan kepada masyarakat harus betul-betul ikhlas, tidak mengharapkan sesuatu, dan dilakukan dengan senyum.

Menurut Junaidi, integritas, transparansi, disiplin penyelenggara layanan juga menjadi poin penting. Terutama disiplin waktu, berpakaian, dan jam kerja yang  harus terus ditingkatkan.

“Pimpinan itu harus tampil sebagai contoh. Saya setiap hari harus hadir apel. Tidak hanya memerintah staf untuk apel tetapi bagaimana saya harus menjadi teladan sebagai pimpinan.”

Peningkatan sarana prasarana dalam pelayanan, pengawasan internal juga perlu dikuatkan. Saling mengingatkan menjadi kunci. Tidak hanya atasan mengingatkan bawahan, tapi juga sebaliknya. (my)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *