Pemkab Sintang Permudah Pengawasan Pungutan Pajak

Tapping box dan mobile post meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mempermudah para pengusaha hotel dan restoran untuk melaporkan omset penjualan secara riil. (Foto: Humpro Pemkab Sintang).
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan soft launching penggunaan tapping box dan mobile post di Aula Bappenda, Selasa (10/12/19). Memudahkan pengawasan pungutan pajak hotel dan restoran.

Tapping box dan mobile post meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mempermudah para pengusaha hotel dan restoran untuk melaporkan omset penjualan secara riil.

Muat Lebih

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sintang mulai melaksanakan pelayanan online dan penyediaan alat perekaman transaksi bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat.

Hadir dalam peluncuran program tersebut, perwakilan Bank Kalbar, perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Komisi C DPRD Sintang, perwakilan OPD dan para pengusaha sebagai wajib pajak.

Kepala Bappenda Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi menjelaskan, silaturahmi dengan para wajib pajak sangat penting karena merupakan mitra strategis Bappenda.

“Penggunaan tapping box dan mobile post ini merupakan upaya kami untuk optimalisasi penerimaan daerah bekerjasama dengan Bank Kalbar sebagai penyedia sarana dan prasarana,” kata Abdul Syufriadi.

“Tapping box akan kami operasikan di hotel-hotel yang sudah menggunakan aplikasi dan sudah online. Dengan tapping box ini, jumlah pajak akan kelihatan di sana. Ini akan membantu wajib pajak dan kami sebagai pengelola pendapatan daerah.”

Sedangkan mobile post digunakan untuk restoran yang masih sederhana dan belum memiliki akses internet. “Alat ini akan sangat membantu optimalisasi pendapatan daerah. Kami akan transparan dalam pengelolaan pendapatan daerah ini. Untuk sementara sudah kami siapkan 10 unit tapping box dan mobile post,” ujar Abdul Syufriadi.

Wakil Bupati Sintang, Askiman menjelaskan bahwa penerimaan pendapatan asli daerah mendukung pembiayaan penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Sintang.

“Saya mengajak kepada semua untuk terus meningkatkan pendapatan asli daerah dan retribusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat. Sekaligus menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembiayaan pembangunan di daerah,” ujar Askiman.

Askiman mengapresiasi jajaran Bappenda Kabupaten Sintang yang mampu melampaui target realiasi pajak. “Terus beriovasi dan meningkatkan kesadaran wajib pajak agar patuh dalam melaporkan, menyampaikan, dan membayar jenis pajak self assessment.”

Dia mengimbau dan mengajak semua wajib pajak untuk membantu kerja tim Bappenda atau vendor Bank Kalbar yang memasang instalasi transaksi pajak retribusi di tempat usaha.

“Alat ini akan merekam data-data pajak dan terjamin kerahasiaannya. Alat ini bukan hanya ada di Sintang saja, tetapi di Kalimantan Barat sudah banyak yang memasang alat ini,” ujarnya.

Pengoperasian sistem ini diawasi langsung Komisi Pemberantasan Korupsi. “Pajak yang disetorkan ke Bappenda langsung diawasi KPK melalui alat ini.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *