Kota Pontianak Lengkapi Fasilitas Umum Ramah Difabel

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Gedung UMKM Center Pontianak, Kamis (12/12/19). (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono terkesima melihat kepiawaian Febri memainkan keyboard. Musisi difabel ini mengingatkan Edi pada Stevie Wonder

“Musik yang dimainkan Febri luar biasa. Saya langsung teringat Stevie Wonder, penyanyi dan pemain musik. Dia juga seorang tunanetra,” kata Edi saat membuka Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Gedung UMKM Center Pontianak, Kamis (12/12/19).

Muat Lebih

Selain Febri, beberapa lukisan karya difabel tampil pada event itu. Tampak wajah Walikota Edi Rusdi Kamtono menjadi satu di antara obyek lukisan.

Menurut Edi, para difabel memiliki talenta dan kelebihan yang luar biasa. Sebagaimana tema yang diusung pada peringatan kali ini, “Menuju Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul” Walikota berharap para difabel mampu menunjukan prestasi di berbagai bidang.

Pada ajang Asian Para Games beberapa waktu lalu misalnya, beberapa atlet difabel asal Pontianak menyumbang medali emas. “Secara fisik mungkin mereka memiliki kekurangan, tetapi dari segi prestasi mereka lebih unggul,” ucap Edi.

Dia menyebut tidak sedikit ilmuwan dan seniman dunia meski memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka mampu menciptakan karya-karya atau ciptaan yang bermanfaat bagi orang banyak.

Sebut saja pelukis Leonardo Da Vinci penyandang disleksia. Karyanya lukisan Mona Lisa memiliki daya tarik tersendiri. Thomas Alfa Edison penemu lampu yang tunarungu serta Albert Einstein penyandang sindrom Asperger.

Sindrom Asperger adalah gangguan neurologis atau saraf yang tegolong dalam gangguan spektrum autisme. Dibalik itu, Einstein adalah ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar abad ke-20 dengan teori relativitasnya yang terkenal. “Mereka adalah orang-orang luar biasa dan menginspirasi bagi kita semua.”

Dalam menyediakan fasilitas publik bagi difabel, Pemerintah Kota Pontianak telah menerbitkan Perda No 13 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan para Penyandang Disabilitas.

Edi mengakui dalam pembangunan infrastruktur pihaknya masih terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk difabel. Seperti trotoar untuk tunanetra atau tunadaksa. “Kami sedang melengkapi fasilitas ramah disabilitas. Bangunan-bangunan milik Pemkot Pontianak termasuk bangunan publik diwajibkan untuk melengkapi bagi penyandang disabilitas.” (jim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *