Presiden Minta Riset dan Inovasi Dukung Daya Saing Ekonomi

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa agenda riset nasional harus berpanduan pada kerangka besar utama yang sama, yakni menjawab soal bagaimana membawa negara Indonesia bertransformasi menjadi negara maju. (Foto: Kantor Sekretariat Presiden).
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Riset dan inovasi merupakan salah satu penopang negara dapat melompat menjadi negara maju. Melalui riset dan inovasi, dapat lahir gagasan-gagasan baru yang salah satunya dapat dihubungkan dengan dunia usaha dan industri serta berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Meski demikian, fokus kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, hingga penerapan yang dilakukan dalam kaitannya dengan itu harus benar-benar terarah.

Muat Lebih

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa agenda riset nasional harus berpanduan pada kerangka besar utama yang sama, yakni menjawab soal bagaimana membawa negara Indonesia bertransformasi menjadi negara maju.

“Fokus riset harus betul-betul terarah. Harus mulai dibawa ke framework yang sama, yaitu bagaimana membawa negara kita keluar dari middle income trap menuju negara maju. Apalagi kita berhadapan dengan dunia yang berubah dengan cepat,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai strategi pengembangan riset dan inovasi, serta penataan Badan Riset dan Inovasi Nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/19).

Menurut Presiden, inovasi teknologi telah mendisrupsi segala bidang kehidupan. Banyak hal-hal baru bermunculan dan berkembang sedemikian cepat. Dalam kondisi tersebut, desain besar agenda riset dibutuhkan untuk dapat didukung penuh dengan segenap kemampuan dan sumber daya.

“Oleh sebab itu kita harus pilih agenda riset yang paling diprioritaskan, yang disepakati akan memberikan dampak signifikan pada kemajuan negara kita. Agenda riset dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan terfokus, dengan support anggaran yang terkonsolidasi, dikerjakan sampai betul-betul jadi, dan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Presiden.

Namun, upaya tersebut tak cukup hanya sampai penentuan prioritas agenda riset nasional. Pemerintah juga harus membangun serta memperkuat ekosistem yang dapat mendukung tumbuh dan berkembangnya semangat untuk melakukan riset dan inovasi.

“Mulai dari regulasi, SDM, kelembagaan, sistem, intensif, dan sambungannya dengan industri hak cipta hingga anggaran yang dibutuhkan dalam melakukan riset dan inovasi,” tuturnya.

Agenda riset dan inovasi juga tak cukup dengan hanya memperbesar anggaran. Presiden mengatakan, jajaran terkait harus dapat memastikan bahwa anggaran riset yang dikucurkan dapat benar-benar efektif dan membuahkan hasil dan manfaat yang nyata.

“Tumpang tindih agenda riset yang menyebabkan pemborosan anggaran harus kita akhiri. Anggaran riset yang masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga jika kita padukan dengan peta jalan yang benar, output dan outcome-nya yang terukur, akan sangat bermanfaat bagi kemajuan negara kita,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *