TPID Sidak Pasar, Pastikan Tak Ada Penimbunan

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan gudang bahan pokok. (Foto: Humpro Pemkot Pontianak).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan gudang bahan pokok.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Mulyadi sebagai Ketua Harian TPID Kota Pontianak memimpin tim memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, Kamis (12/12/19).

Bacaan Lainnya

Menurut Mulyadi, biasanya harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik 2 pekan sebelum hari besar. “Langkah sidak juga untuk memastikan tidak ada penimbunan bahan pokok,” kata Mulyadi.

Mulyadi menerangkan, pihaknya tidak menemukan lonjakan harga yang signifikan. Kenaikan harga terjadi pada bawang merah dan putih yang sudah berlangsung selama 2 pekan terakhir. “Harga bawang merah dan bawang putih naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram,” ujar Mulyadi.

Harga bawang putih 3 minggu yang lalu masih di bawah Rp20 ribu per kilogram. “Saya lihat memang bawang mengalami kenaikan untuk sayur mayur tidak.”

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya cenderung turun. Cabe rawit misalnya dari biasanya mencapai Rp40 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp24 ribu-Rp25 ribu per kilogram.

Mulyadi memastikan untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti ayam akan stabil pada kisaran harga Rp24 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram. Harga telur ayam terendah Rp1.200 per butir dan paling mahal Rp1.800 per butir. “Ketersediaan bawang untuk satu bulan masih aman,” pungkasnya. (jim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *