Pameran Foto Panda Click! Media Komunikasi Visual Warga Desa

  • Bagikan
Pamaren foto WWF Indonesia, “Panda Click!” pada Pekan Raya Bumi Kasturi ke-5 di Kapuas Hulu. (Foto: insidepontianak.com).

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Pamaren foto WWF Indonesia, “Panda Click!” menarik perhatian para pengunjung Pekan Raya Bumi Kasturi ke-5. Menampilkan karya-karya warga kampung sendiri.

Pekan Raya diadakan bersamaan dengan Gelar Teknologi Tepat Guna yang diadakan pertama kali di Kecamatan Hulu Gurung, Kapuas Hulu. Tema yang diambil adalah “Percepatan Peningkatan Status dan Kemandirian Desa Menuju Kabupaten Kapuas Hulu yang Mandiri”.

“Tujuan diadakan ‘Panda Click!’ adalah pemberdayaan masyarakat lewat platform fotografi. Kami buat ini untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah-wilayah yang terpencil,” kata Koordinator IKI Project WWF Indonesia, Jimmy Syahirsyah.

Jimmy berharap kegiatan ini mampu mendorong masyarakat beriteraksi menyampaikan pendapat kepada pemerintah. “Komunikasi selalu didominasi para elit, karena mereka punya kemampuan komunikasi. Masyarakat mungkin punya banyak ide tapi tidak keluar,” ujar Jimmy.

Platform fotografi ini mendorong masyarakat mampu berkomunikasi melaui media foto. Memberi ruang kepada warga untuk menjelaskan berbagi aspek yang terjadi di lapangan.

“Kami mengajarkan mereka dasar fotografi. Setiap 3 bulan kami monitoring, mengumpulkan data foto tetapi pada saat kami juga minta mereka untuk mulai menceritakan apa nilai yang mereka rekam lewat visual.”

Monitoring membantu warga menjelaskan hasil foto, sekaligus melatih mereka berbicara di depan umum. Presentasi hasil membantu masyarakat menguasai teknik komunikasi verbal.

“Panda Click! ini merekam value itu. Nilai-nilai itu bisa berupa potensi yang ada, bisa juga persoalan yang mereka hadapi. Materi itu mereka komunikasikan ke pihak yang relevan untuk didengar dan direspon secara positif untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Itu tujuan Panda Click!”

Proyek Panda Click! dikuti warga dari 4 desa di Kecamatan Empanang dan Hulu Burung. Sekitar 60-an kameramen dan fotografer warga terlibat menampilkan lebih dari 120 karya foto dan video.

“Pameran ini dihadiri oleh berbagai instansi termasuk Bupati Kapuas Hulu dan Ketua Bappeda. Mereka mendapatkan profile dan informasi desa yang diperlukan untuk (dasar) melaksanakan pembangunan,” kata Jimmy.

Kegiatan Panda Click! didukung penuh oleh kepala desa dan masyarakat sekitar. Zainab, warga Dusun Simpang Mas, Desa Kelakar antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Panda Click!

“Awalnya kita ada pertemuan di desa. Kepala desa menganjurkan katanya untuk kemajuan desa kita. Kami harus mengikuti kebetulan ada Panda Click! yang mau datang. Jadi kami disuruh mengadakan rapat, tapi yang lain tidak ada yang mau. Terpaksa kami pilih menjadi 10 orang, 4 orang perempuan dan 6 orang laki-laki,” ujar Zainab salah satu perserta Panda Click!

Menurut Zainab, selama mengikuti Panda Click! mereka mendapat materi mengambil foto yang baik dengan objek tepat. Pemateri langsung dari WWF dan dilakukan monitoring setiap 3 bulan.

Ada 5 foto karya Zainab yang dipamerkan. “Objek foto ibu, ada kulat (jamur) karet yang sedang direndam, itu menunjukan bahwa cara kerjanya masih tradisional. Foto mengajar ngaji di TPA dan iringan pengantin.”

Zainab mengaku mulanya sering dicemooh karena banyak mengambil foto-foto layaknya fotografer. “Tapi kita harus maju. Ini kan dikhususkan bagi orang yang tidak suka ngomong, biar jadi berani berbicara di depan banyak orang. Mengangkat isu yang ada di masyarakat, keluhan-keluhan misalnya sinyal, air bersih, pekerjaan masyarakat yang mayoritas petani karet karena harga karet murah,” katanya

Dia mengaku senang dan merasa lebih percaya diri setelah mengikuti Panda Clik! Apalagi kemudian ada kerjasama dengan sesama peserta dari Malaysia dan muncul wacana memamerkan hasil karya ke Berlin, Jerman.

“Mungkin dengan ini kami bisa mengangkat desa kami ke luar. Kekurangan desa kami bisa diperhatikan oleh instansi terkait, semoga kedepannya bisa mendatangkan hal-hal yang baik bagi desa kami.”

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: