Dr Wajidi Sayadi: Media Harus Rahmatan Lilalamin

banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dosen IAIN Pontianak, Dr Wajidi Sayadi menilai fungsi media seharusnya memberi kemaslahatan umat. Prinsip pemberitaan harus bertujuan menolak kemudharatan.

“Akhlak itu termasuk pemberitaan. Kalau berita itu membawa kebaikan, itu menjadi amal yang baik. Karena itu suatu berita harus diteliti sebelumnya. Jangan sampai hoaks ‘digoreng’ sehingga menjadi fitnah,” kata Wajidi.

Muat Lebih

Menurut Wajidi, ketika berita mengingatkan orang untuk lebih memahami suatu masalah dan membawa kemaslahatan, maka akan menjadi amal baik.

“Sikap profesionalisme bahwa ini adalah bagian dari rahmatan lilalamin, sehingga semua sesuai dengan perintah Allah,” ujar Wajidi saat memberikan tausiah pada ulang tahun LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (14/12/19).

Wajidi yang mendapat gelar Doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayutullah Jakarta konsentrasi Studi Tafsir itu menjelaskan, hadits Rasulullah dalam satu sudut pandang bisa dianggap sebagai berita.

Berita hadits itu disebarkan oleh para sahabat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi panduan hidup umat Islam.

“Hadits itu adalah berita. Apa yang ada, diberitakan. 105 surat dikirim ke berbagai negara yang saat ini disebut sebagai pemberitaan. Surat menyurat (pada masa Rasulullah) sudah berlaku dalam berbagai kalangan. Menggunakan bahasa berbeda dalam setiap kalangan.”

Wajidi menjelaskan kerja profesional media juga tidak boleh melupakan kecintaan sebagai tahap lanjutan dari iman. Kerja media yang mengedepankan cinta kemanusiaan, juga bertujuan mencapai kemaslahatan.

Dalam kalangan ulama sufi ada yang disebut mahabbah atau cinta. Orang yang mengedepankan rasa cinta akan lebih mudah diterima oleh semua pihak,” kata Wajidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *