Bupati Kubu Raya: Perempuan Berdaya, Indonesia Maju

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (16/12/19). (Foto: Humpro Pemkab Kubu Raya).
banner 468x60

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar akan akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Kesempatan dalam memperoleh sumber daya ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

Hal itu dikatakan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (16/12/19).

Muat Lebih

Menurut Bupati, Peringatan Hari Ibu menjadi momen penting untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian dan pengakuan terhadap eksistensi perempuan di berbagai sektor.

“Pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan,” kata Muda membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Bupati Muda mengungkapkan, tema PHI 2019 “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” relevan dengan situasi saat ini. Masih terjadi kekerasan dan diskriminasi yang memerlukan berbagai strategi dan pelibatan semua unsur masyarakat.

“Termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender. ‘He for She’ menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda mengatakan PHI merefleksikan sejumlah hal yang berkaitan dengan eksistensi kaum ibu khususnya di Kubu Raya.

PKK dan organisasi-organisasi wanita di Kubu Raya, turut berperan terhadap kondisi masyarakat secara umum. “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga masih cukup tinggi. Perlu untuk selalu mengingatkan dan mencerahkan setiap kali ada agenda ke berbagai daerah,” tuturnya.

Rosalina melanjutkan, PKK berkomitmen pada upaya pemberdayaan perempuan yang bermuara pada peningkatan ekonomi. Salah satu penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah faktor ekonomi.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kubu Raya, Atzebi Sujiwo mengatakan, setiap wanita seyogyanya mampu memaknai Peringatan Hari Ibu. Kaum ibu menjadi bagian tak terpisahkan dari proses kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Jadi sebagai kaum wanita khususnya kaum ibu, harus selalu memahami perjuangan ibu-ibu di masa silam. Hingga sekarang pun kita tetap berjuang sebagai ibu-ibu di zaman sekarang,” kata Atzebi Sujiwo. (rio)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *